TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Seorang perempuan berinisial NF (26) ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kawasan BTN, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Rabu (26/8/2026) dini hari.
NF ditemukan sekitar pukul 01.00 Wita dalam kondisi jasadnya terbungkus kain.
Polisi menduga korban meninggal setelah menjalani proses aborsi.
Kasus tersebut terungkap setelah seorang warga melihat pria berinisial AF (23) berada di lokasi dan diduga sedang membungkus jasad korban.
Baca juga: BREAKING NEWS: Perempuan 26 Tahun Tewas Usai Aborsi di Polman
Baca juga: 200 Warga Ditunjuk Jadi Sabuk Kamtibmas di Mateng, Fokus Bantu Polisi Jaga Keamanan dan Ketertiban
Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke SPKT Polres Polman.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi.
Di sana, polisi menemukan AF bersama jasad NF yang telah dibungkus.
AF kemudian diamankan sebelum diduga membawa jasad korban keluar dari rumah.
Kapolres Polman AKBP Zaky Maghfur mengatakan, berdasarkan keterangan sementara, AF merupakan kekasih korban.
AF diduga meminta NF menggugurkan kandungannya karena tidak ingin memiliki anak.
Untuk keperluan tersebut, AF disebut membeli sejumlah obat yang diduga digunakan dalam proses aborsi.
Saat proses aborsi berlangsung, kondisi NF kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Polisi juga menemukan jasad bayi yang diperkirakan berusia sekitar tujuh bulan.
"Informasi sementara perempuan yang meninggal ini dikarenakan aborsi, sengaja dibungkus terduga pelaku untuk dihilangkan," kata Zaky.
Setelah NF meninggal, AF diduga berusaha menyembunyikan jasad korban.
Ia membungkus tubuh NF dengan kain dan diduga berencana membawa jasad tersebut keluar dari rumah.
Rencana itu diketahui warga yang kemudian melaporkannya kepada polisi.
Petugas yang tiba di lokasi langsung mengamankan AF.
Polisi juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan proses aborsi, termasuk obat-obatan.
Selain itu, sepeda motor milik AF turut diamankan. Kendaraan tersebut disebut telah dipasangi balok dan diduga akan digunakan untuk membawa jasad korban.
Zaky mengatakan polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif dan rangkaian peristiwa hingga korban meninggal dunia.
Keterangan sementara menyebut AF diduga tidak ingin memiliki anak dan meminta korban melakukan aborsi.
"Masih kita dalami motifnya, keterangan sementara, terduga pelaku tidak ingin memiliki anak," ujar Zaky.
Polisi kini masih melakukan pemeriksaan terhadap AF serta mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian NF dan rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan.(*)