TRIBUN BATAM.id, BINTAN - Terik matahari terasa panas di halaman Masjid At-Taubah, Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) Selasa (25/8/2026).
Musim kemarau melanda wilayah tersebut sejak sebulan belakangan. Hal ini membuat air bersih semakin berharga di Desa Toapaya Selatan.
Selama ini, saat sumur rumah warga mengering, Masjid At-Taubah menjadi satu-satunya harapan warga berbondong-bondong ke sana hanya untuk mendapatkan seember air.
Kini, harapan itu berubah menjadi kenyataan. Sucofindo membangunkan sumur bor baru di masjid tersebut.
Tentu ini menjadi kabar gembira untuk warga di desa itu.
Bantuan sumur bor ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-70 Sucofindo, di mana perusahaan menyalurkan bantuan air bersih ke 70 titik di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Hingga saat ini, pembangunan sumur telah rampung di 90 persen lokasi. Selain di Toapaya Selatan, Kepri juga mendapat dua titik sumur bor di Kabupaten Karimun.
Juliana, warga setempat, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia bercerita betapa beratnya hidup warga di sana saat musim kemarau tiba.
Sumur-sumur warga menyusut, dan masjid menjadi satu-satunya tempat yang bisa diandalkan.
"Kami berterima kasih kepada Sucofindo atas bantuan sumur bor. Sangat membantu kami warga di sini, khususnya Toapaya Selatan," ujar Juliana.
Semoga airnya berlimpah dan memberi berkah untuk seluruh masyarakat Toapaya Selatan.
Bukan hanya untuk warga sekitar, sumur bor ini juga akan memudahkan jamaah masjid dalam berwudu dan menjalankan ibadah.
Tentu ini merupakan manfaat ganda yang dirasakan masyarakat sekitar.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyambut baik langkah tersebut.
"Dengan adanya bantuan ini, semoga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada. Pelatihan-pelatihan yang diberikan Sucofindo dapat membuat pelaku UMKM kita naik kelas," ujar Nyanyang.
Di tengah musim kemarau yang masih menyengat, kehadiran sumur bor ini datang di waktu yang paling tepat.
Warga Desa Toapaya Selatan kini tidak perlu lagi cemas sumur mengering, sebab kini mereka punya sumber air yang andal, berlimpah, dan siap melayani kebutuhan sehari-hari.
Sebuah sumur bukan sekadar lubang di tanah, namun merupakan sumber kehidupan, harapan, dan bukti bahwa kepedulian bisa mengalir seperti air, bersih, jernih, dan memberi manfaat bagi semua.
Direktur Utama Sucofindo, Sandry Pasambuna, mengatakan bantuan ini bukan sekadar program seremonial.
"CSR yang kami berikan ini bukan hanya di Bintan, tapi seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua. Tahun 2026 kami berikan 70 titik dan sudah rampung 90 persen," ungkap Sandry.
Selain sumur bor, Sucofindo juga hadir dengan program pemberdayaan ekonomi, memberikan bantuan modal, pelatihan, dan sertifikasi Halal bagi pelaku UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).