Tradisi Warga Pulau Benan di Lingga Peringati Maulid Nabi, Ada Makan Berhidang Hingga Pawai
Agus Tri Harsanto August 26, 2026 12:07 PM

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Suasana Desa Benan, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, tampak semarak pada Selasa (25/8/2026). 

Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan mulai berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Dari halaman hingga ke dalam masjid, nuansa peringatan terasa begitu kuat. 

Anak-anak, remaja, hingga orang tua hadir dengan membawa berbagai hiasan yang telah dipersiapkan secara gotong royong. 

Salah satu yang mencuri perhatian adalah rangkaian bunga telur, yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam peringatan Maulid Nabi.

Bunga telur tersebut dibuat sederhana, tetapi sarat makna. 

Telur ayam yang telah direbus dan diberi warna merah ditancapkan pada tangkai kayu yang dihiasi bunga, kemudian diletakkan di atas wajik dalam wadah gelas. 

Puluhan rangkaian bunga telur menghiasi ruang masjid, bahkan sebagian ditata pada batang pisang sehingga menciptakan pemandangan yang khas dan meriah.

Bagi masyarakat setempat, bunga telur bukan sekadar hiasan. 

Rangkaian tersebut menjadi berkat yang nantinya dibagikan kepada jamaah yang hadir dalam rangkaian pembacaan Al-Barzanji.

Maulid nabi Benan Lingga
Warga Desa Benan, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, peringati maulid nabi mulai makan berhidang hingga pawa keliling kampung, Selasa (25/8/2026).

Sekira pukul 08.30 WIB, kegiatan mulai berlangsung. 

Suara pembacaan Al-Barzanji menggema dari dalam masjid, diikuti jamaah yang duduk bersama dalam suasana khidmat.

Tak hanya itu, puluhan hidangan yang disajikan dalam talam dan tertutup tudung saji pandan juga tersedia.

Usai barzanji, peringatan tersebut dilanjutkan dengan doa bersama hingga makan berhidang.

Setelah rangkaian kegiatan di masjid, kemeriahan berlanjut dengan pawai keliling kampung.

Di sepanjang jalan desa, warga terlihat membawa bunga manggar dan berbagai hiasan yang telah dibuat sebelumnya. 

Anak-anak berjalan dengan penuh kegembiraan, sementara orang tua dan remaja turut mengikuti iring-iringan. 

Pawai tersebut membuat suasana kampung semakin hidup hingga kegiatan berakhir sekira pukul 11.30 WIB.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Desa Benan, Hasim, bersama jajaran panitia dan masyarakat terlibat langsung dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. 

Warga secara sukarela mengumpulkan telur, membuat rangkaian bunga, serta menyiapkan berbagai perlengkapan pawai.

Bagi masyarakat Benan, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, merawat tradisi keagamaan, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Antusiasme masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk terus menjaga kebersamaan dalam setiap kegiatan keagamaan,” ujar Hasim.

Hingga rangkaian kegiatan berakhir, suasana kebersamaan masih terasa di tengah warga. 

Tradisi bunga telur, lantunan Al-Barzanji, makan berhidang dan pawai keliling kampung menjadi gambaran bagaimana masyarakat Desa Benan menjaga peringatan Maulid Nabi tetap hidup sebagai bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat.

(Tribunbatam.id/Febriyuanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.