TRIBUNNEWSMAKER.COM – Sosok Farhan Zainal Muttaqin atau dikenal sebagai Faank selama ini dikenal publik sebagai vokalis grup band Wali.
Namun, di balik kesibukannya di dunia musik, Faank ternyata memiliki tanggung jawab lain yang tidak kalah penting.
Ia dipercaya menjadi ketua yayasan pendidikan dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang digelar lembaga tersebut.
Salah satunya adalah acara Samenan atau Celebration Day yang kembali digelar tahun ini.
Bagi Faank, kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial.
Samenan menjadi momentum untuk merayakan proses pendidikan sekaligus mempererat hubungan antara siswa, keluarga, guru dan pihak yayasan.
Baca juga: Faank Wali Ungkap Sisi Sederhana di Rumah, Bongkar Makanan Favorit: Lalapan, Ikan Asin dan Sambal
Faank mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan penyelenggaraan Samenan yang keempat.
"Ini Samenan yang keempat. Sempat terhenti karena ada pembatasan keramaian," kata Faank dikutip dari YouTube STARPRO, Rabu (26/08/2026).
Setelah sempat berhenti, kegiatan tersebut kembali digelar.
Menurut Faank, kembalinya Samenan bukan hanya untuk menciptakan kemeriahan, tetapi juga menjadi bagian dari syiar pendidikan.
"Ini juga bagian dari syiar pendidikan," ujarnya.
Karena memiliki posisi sebagai ketua yayasan, Faank merasa tidak cukup hanya memberikan dukungan dari jauh.
Ia memilih terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Faank bahkan berusaha hadir sejak acara dimulai hingga berakhir.
Baginya, seorang pemimpin harus mengetahui bagaimana kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya berlangsung.
"Sebagai ketua yayasan, saya punya kewajiban untuk hadir dari awal sampai akhir," kata Faank.
Ia memiliki prinsip bahwa seorang pemimpin harus mengikuti sebuah proses secara utuh, bukan hanya muncul ketika kegiatan sudah berada di bagian akhir.
Hal tersebut kemudian ia terapkan ketika mengelola kegiatan di yayasan.
Faank ingin memastikan setiap proses berjalan dengan baik.
Mulai dari persiapan, pembukaan, pelaksanaan hingga penutupan menjadi bagian yang perlu diperhatikannya.
Komitmen Faank terhadap yayasan tidak dijalankan seorang diri.
Keluarga besar ikut memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang diselenggarakan.
Sang istri, anak-anak hingga anggota keluarga lainnya turut terlibat dalam sejumlah agenda.
Keterlibatan keluarga terlihat dalam kegiatan pawai dan rangkaian acara Samenan.
Dukungan tersebut membuat Faank dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan lebih maksimal.
"Alhamdulillah, istri, anak-anak dan keluarga besar semuanya mendukung," ujar Faank.
Di tengah kesibukannya sebagai musisi, ia tetap memiliki ruang untuk menjalankan peran sebagai pengelola yayasan pendidikan.
Kehidupan Faank pun akhirnya memiliki dua sisi yang berjalan bersamaan.
Di satu sisi, ia dikenal sebagai vokalis Wali yang memiliki jadwal dan aktivitas di dunia hiburan.
Di sisi lain, ia menjalankan tanggung jawab sebagai ketua yayasan yang berkaitan langsung dengan dunia pendidikan.
Dua peran tersebut membuat Faank harus memiliki kemampuan untuk membagi waktu.
Namun, ia tidak ingin menjadikan kesibukan di dunia musik sebagai alasan untuk mengurangi keterlibatannya di yayasan.
Justru ketika acara Samenan digelar, ia menunjukkan kehadiran secara langsung.
Selain berbicara mengenai yayasan, kehidupan keluarga Faank juga menjadi bagian menarik dalam kegiatan tersebut.
Sebagai seorang musisi, Faank melihat adanya bakat musik dalam diri anak-anaknya.
Anak-anak Faank disebut memiliki kemampuan vokal yang cukup baik.
"Bakat nyanyi mereka ada. Mungkin turunan dari bapaknya," kata Faank sambil bercerita mengenai kemampuan anak-anaknya.
Namun, ada hal menarik di balik kemampuan tersebut.
Meski memiliki suara bagus, anak-anak Faank justru masih malu untuk tampil di hadapan banyak orang.
Faank menceritakan pengalaman ketika anak-anaknya sempat berlatih untuk tampil.
Namun, ketika tiba waktunya tampil di depan umum, mereka justru merasa malu dan memilih bersembunyi.
"Sudah latihan, tapi begitu mau tampil malah malu, akhirnya ngumpet," tutur Faank.
Pengalaman tersebut menjadi cerita tersendiri bagi Faank sebagai seorang ayah.
Di satu sisi, anak-anaknya memiliki kemampuan vokal yang baik.
Namun di sisi lain, rasa malu membuat mereka belum siap menunjukkan kemampuan tersebut kepada banyak orang.
Faank pun tampaknya tidak ingin memaksakan anak-anaknya untuk langsung mengikuti jejaknya sebagai musisi.
Bakat menyanyi memang ada, tetapi keberanian untuk tampil di depan publik membutuhkan proses.
Kisah tersebut memperlihatkan kehidupan Faank yang tidak hanya berkutat dengan panggung musik.
Ada peran sebagai ayah, suami sekaligus ketua yayasan yang harus ia jalankan.
Kesibukan tersebut membuat kehidupan Faank di luar panggung menjadi penuh warna.
Ia tetap menjadi musisi yang dikenal publik, tetapi pada saat yang sama menjalankan tanggung jawab sosial dan pendidikan.
Melalui acara Samenan, Faank memperlihatkan bahwa keterlibatan dalam dunia pendidikan bukan sekadar formalitas.
Ia hadir langsung, mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dan mendapat dukungan dari keluarga.
Sementara di rumah, ia tetap menikmati kesederhanaan bersama keluarga.
Kehidupan Faank pun menunjukkan bahwa popularitas di dunia hiburan tidak selalu membuat seseorang menjauh dari kehidupan sederhana.
Justru di tengah kesibukannya sebagai musisi dan pengurus yayasan, keluarga, pendidikan dan kebersamaan tetap menjadi bagian penting dalam kesehariannya.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)