TRIBUNNEWS.COM - Seorang balita berinisial I (2) terlempar dari bus pariwisata yang melaju di Jalan Raya Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Balita tersebut ditemukan pengemudi mobil yang berada di belakang bus pariwisata.
Kondisi balita dipastikan selamat tanpa mengalami cedera fatal.
Korban diperbolehkan rawat jalan sehingga dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bersama keluarga.
Jalan Raya Kalipucang terletak di kawasan utama jalur lintas selatan Jawa Barat yang menghubungkan wilayah Kabupaten Ciamis serta Kota Banjar menuju kawasan wisata Pangandaran.
Jarak lokasi kejadian ke pusat kota Pangandaran sekitar 25 kilometer atau menempuh perjalanan sekitar 40 menit.
Bus tersebut melaju dari arah Pangandaran menuju Ciamis.
Pintu bus dilaporkan berada dalam kondisi tertutup, tetapi tidak terkunci rapat.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi Tewaskan 2 Orang, Sopir Trailer Tak Tahu Ditabrak Jeep Mercedes
Diduga I tidak sengaja memainkan handle pintu bus tanpa disadari orang tua maupun penumpang lain.
Pintu mendadak terbuka dan balita terlempar keluar ke jalan raya.
Pengemudi mobil bernama Dely Mulyana mengaku kaget ada sesuat yang terlempar dari bus yang sedang melaju.
"Awalnya saya kira benda yang terlempar dari bus itu adalah sampah," tuturnya, Selasa (25/8/2026).
Ia kemudian memperlambat kendaraan dan melihat balita terkapar di jalan raya.
Dely menghentikan mobilnya secara mendadak untuk menyelamatkan korban.
Pengejaran oleh warga dilakukan karena bus terus melaju tanpa menyadari pintu terbuka.
"Spontan saya pun keluar dan bawa anak itu. Dengan berucap, 'Kita kejar bus itu,'" jelasnya.
Baca juga: Kesaksian Anak Korban Kecelakaan Maut di Batang, Ayahnya Tewas saat Antar Jenazah ke Jepara
Bus dapat dihentikan di lapangan Kalipucang setelah mobil membunyikan klakson berulang kali.
Orang tua korban langsung keluar dari bus untuk memastikan kondisi I baik-baik saja.
Balita dibawa ke Klinik Bhakti Medika Kalipucang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Salah satu perawat bernama Yuni menyatakan balita mengalami luka lecet pada bagian wajah sebelah kiri serta benjolan di bagian atas pelipis.
"Hasil pemeriksaan awal suhu tubuhnya 36,8 derajat celsius dan dipastikan tidak mengalami luka fatal," ucapnya.
Ia memperbolehkan korban rawat jalan setelah memastikan kondisinya baik.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/Padna)