TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Dua warga Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menjadi korban serangan buaya dalam kurun waktu sepekan.
Kedua kasus tersebut terjadi di aliran Sungai Budong-budong, namun berada di lokasi berbeda.
Kasus pertama terjadi di Dusun Batusitanduk, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, pada Minggu (17/8/2026).
Selang tujuh hari, serangan buaya kembali terjadi di Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, pada Senin (24/8/2026).
Baca juga: Jasad Bocah Diterkam Buaya di Sungai Budong Budong Mateng Ditemukan 5 Buaya Ditangkap
Baca juga: Detik-detik Mencekam Bocah di Mamuju Tengah Diterkam Buaya di Hadapan Sang Nenek
Kedua korban merupakan pelajar, masing-masing siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD).
Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan bagi Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan masyarakat setempat.
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary, menyampaikan duka cita atas dua kejadian tersebut.
Hal itu disampaikan Askary saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Rabu (26/8/2026).
Askary mengatakan pemerintah daerah akan meningkatkan upaya pencegahan untuk mengantisipasi serangan buaya kembali terjadi.
Salah satunya dengan menambah papan peringatan di sejumlah titik yang dinilai rawan serangan buaya.
Menurut Askary, beberapa lokasi rawan sebenarnya telah dipasangi papan peringatan.
Namun, pemerintah akan menambah papan peringatan secara lebih spesifik di lokasi terjadinya serangan.
“Di beberapa titik rawan buaya sudah dipasang plang. Ke depan, kita akan tambah lagi plang di lokasi-lokasi spesifik tempat terjadinya kasus terkaman buaya,” ujar Askary.
Selain pemasangan papan peringatan, pemerintah kabupaten juga akan menggencarkan imbauan kepada masyarakat.
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai yang diketahui menjadi habitat buaya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif agar tidak kembali terjadi korban jiwa akibat serangan buaya di wilayah Mamuju Tengah.(*)
Laporan Wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah