TRIBUNMANADO.CO.ID - Panik melanda seisi SMK Negeri 10 Manado di Kelurahan Kairagi Dua, Lingkungan Lima, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (26/8/2026) pagi.
Pasalnya lahan di belakang sekolah itu terbakar hebat.
Kondisi lahan yang padat ilalang membuat api terus membesar dan kian mendekat ke sekolah.
Keadaan yang kian gawat itu membuat proses belajar langsung dibubarkan.
Para siswa perempuan dipulangkan.
Sedang para siswa diminta tinggal untuk membantu evakuasi peralatan praktek.
Namun sejumlah siswa perempuan urung balik kanan.
Mereka turut mengevakuasi peralatan praktek dari ruang kelas yang berdekatan dengan titik api bersama para siswa laki-laki dan guru.
Springbed diangkut, begitu pula meja dan peralatan dapur lainnya.
Ada yang diangkat sendiri.
Ada yang perlu diangkat berdua.
Ada pula yang musti diangkat beramai ramai.
Barang-barang itu dibawa ke sebuah ruangan yang jauh dari titik api.
Segera ruangan itu berubah jadi lokasi pengungsian.
Barang barang praktek berserakan di lantai.
Beberapa siswa dan guru gabung bersama tim Damkar Manado, TNI dan Polri untuk memadamkan api.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 10 Manado Sem Kadimateng menuturkan, kebakaran terjadi saat siswa tengah belajar.
"Langkah awal adalah kami langsung melapor ke Damkar, setelah itu kegiatan belajar mengajar dibubarkan," katanya.
Danton Damkar dan Penyelamatan Dinas Damkar Manado Audi Frangky menuturkan, pihaknya langsung menuju ke TKP begitu masuk laporan.
Sebanyak dua armada Damkar beserta lima petugas langsung dikerahkan.
"Ada pula mobil pemadam dari Kodim dan Brimob," katanya.
Ungkap dia, pemadaman berlangsung selama satu setengah jam.
Kendala yang dialami pihaknya adalah angin yang kencang.
(TribunManado.co.id/Art)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK