SURYA.co.id, SURABAYA - Nilai-nilai yang ditanamkan di atas tatami tidak berhenti ketika latihan berakhir.
Keluarga besar Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia Cabang Surabaya membawa semangat tersebut ke tengah masyarakat dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bantuan diserahkan langsung kepada pihak YPAC sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yang berada dalam pembinaan yayasan tersebut.
Penyerahan bantuan diwakili Senpai Riana Forto, Senpai Sirenia, dan perwakilan orang tua murid, Priscilia Florentine.
Perwakilan tim penyerahan bantuan, Senpai Sirenia, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan kepedulian sosial kepada para karateka.
Menurutnya, latihan karate tidak hanya bertujuan membentuk kemampuan fisik dan teknik bela diri.
Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, penghormatan, serta kepedulian kepada sesama juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berupaya agar nilai-nilai yang diperoleh dalam latihan tidak berhenti di dalam dojo, tetapi juga tercermin dalam kehidupan karateka di tengah masyarakat,” ujar Sirenia.
Ia menuturkan, kegiatan tersebut juga mendapat arahan dan bimbingan Shihan Hartanto Chandra, pembina dojo-dojo Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia di Surabaya.
Sirenia menjelaskan, kegiatan latihan Kyokushin Karate di Surabaya dilakukan melalui sejumlah dojo yang menjadi wadah pembinaan anak-anak, remaja, hingga masyarakat.
Pembinaan tidak hanya diarahkan pada penguasaan teknik Full Body Contact. Perguruan juga menitikberatkan pembentukan karakter dan mental yang tangguh.
Karateka didorong untuk memiliki rasa tanggung jawab sekaligus memahami pentingnya penghormatan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Pembinaan Kyokushin Karate di Surabaya tidak semata-mata diarahkan pada kemampuan fisik dan teknik Full Body Contact, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental,” tuturnya.
Tradisi tersebut, lanjut Sirenia, telah menjadi bagian dari perjalanan perguruan yang berdiri sejak 1967.
Semangat pembinaan itu juga tercermin dalam moto yang dipegang, yakni “Karateka Menghormati Masyarakat, Masyarakat Menghargai Karateka.”
Bagi Sirenia, kegiatan di YPAC Surabaya menjadi contoh bahwa pembentukan karakter karateka dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas di luar dojo.
Keluarga besar perguruan sengaja menyerahkan bantuan secara langsung sebagai bentuk kepedulian sekaligus menyampaikan amanah kepada anak-anak yang berada dalam pembinaan YPAC.
“Kami hadir mewakili keluarga besar Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia untuk menyampaikan amanah dan bantuan ini secara langsung,” ucapnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak di YPAC Surabaya.
“Aksi ini menjadi bagian dari pembinaan karateka agar nilai yang diperoleh selama latihan juga diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” tandasnya.
Kepala Sekolah SLB YPAC Surabaya Isrumella menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan keluarga besar Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia.
Menurutnya, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi anak-anak yang berada dalam pendampingan YPAC.
“Bantuan tentunya sangat berarti dan bermanfaat bagi anak-anak yang kami dampingi,” kata Isrumella.
Ia juga mengapresiasi para karateka yang tidak hanya berlatih membangun kedisiplinan dan ketangguhan, tetapi turut menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Semoga kegiatan baik seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.