Indonesia akhirnya punya kapal induk pertamanya. Identitas aslinya yaitu ITS Giuseppe Garibaldi. Tapi nanti setelah sampai di Indonesia namanya jadi KRI Gajah Mada.
Ini adalah kapal induk hibah dari pemerintah Italia kepada Indonesia. Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Ricardo, kapal induk tersebut akan tiba pada pertengahan September 2026.
Rencananya, “Perjalanan Garibaldi dari Italia menuju Indonesia akan memakan waktu kurang lebih tiga minggu. Kapal diperkirakan tiba di Indonesia sekitar pertengahan September 2026,” ujarnya, Selasa, 26 Agustus 2026, dikutip dari Kompas.com.
Sebagai informasi, kapal ini mulai berlayar dari Italia pada Senin, 24 Agustus 2026, malam dan akan melintasi Terusan Suez, lalu singgah di Jeddah. Setelah itu Garibaldi akan melanjutkan perjalanan ke Sri Lanka dan tujuan akhir Indonesia.
Ada beberapa fakta yang perlu kita ketahui tentang ITS Giuseppe Garibaldi.
Spesifikasi
Menurut data Marina Militare atau Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk kelas Garibaldi dengan nomor lambung 551. Kapal ini dibangun di galangan Cantieri Navali di Monfalcone, Italia, diluncurkan pada 20 Februari 1978 dan mulai bertugas pada 4 Juni 1983.
Ukuran kapal induk adalah panjang 180,2 meter dengan lebar 23,4 meter pada garis air dan 30,4 meter pada dek penerbangan. Sedangkan lebar dek penerbangan kapal mencapai 173,8 meter dengan sarat air 6,7 meter.
Untuk dapat bergerak, kapal dengan bobot perpindahan 13.850 ton ini menggunakan sistem COGAG yang terdiri atas empat turbin gas FIAT/GE LM-2500. Sistem tersebut menghasilkan daya 60.400 kilowatt atau sekitar 80.998 tenaga kuda untuk menggerakkan dua poros baling-baling.
Dengan sistem penggerak tersebut, Giuseppe Garibaldi mampu mencapai kecepatan maksimum 30 knot dan memiliki jangkauan hingga 7.000 mil laut.
Tak hanya itu, sebagai kapal induk, Giuseppe Garibaldi juga dapat membawa sekitar 18 hingga 20 pesawat, termasuk EH101 dan AV-8B Plus. Sesuai kebutuhan misi, kekuatan udara yang dibawa kapal juga dapat terdiri dari helikopter EH101, SH90A, dan AB212.
Giuseppe Garibaldi sebelumnya juga mengoperasikan pesawat taktis AV-8B Plus Harrier II yang memiliki kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal atau STOVL. Tak hanya membawa pesawat dan helikopter, kapal ini dilengkapi sistem persenjataan untuk mendukung pertahanan diri, meliputi satu peluncur Albatros dengan delapan sel untuk rudal antipesawat Aspide serta tiga sistem senjata DARDO yang menggunakan meriam Breda 40/70.
Giuseppe Garibaldi juga dapat menjalankan fungsi komando dan pengendalian terhadap kekuatan angkatan laut serta kekuatan udara angkatan laut.
Kapal ini bahkan dapat berfungsi sebagai Landing Helicopter Assault (LHA) untuk mengangkut pasukan dan material menggunakan helikopter dalam operasi amfibi serta memiliki kapasitas awak sebanyak 825 orang.
Ganti KTP
Sesampainya di Indonesia, Giuseppe Garibaldi akan diganti namanya seiring dengan hak kepemilikan yang berpindah dari Italia ke Indonesia.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali mengatakan, kapal induk hibah dari Italia itu masih bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan masih menggunakan bendera Italia, tetapi akan berganti bendera dan berubah nama menjadi KRI Gajah Mada begitu tiba di Indonesia.
“Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi, sesampainya di Indonesia akan berganti bendera Merah Putih dan menjadi KRI Gajah Mada. Mohon doanya, semoga selamat dalam perjalanan, sukses," ujar Ali.
Pengukuhan dan pergantian bendera itu akan dilaksanakan pada 25 September 2026 dan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pangkalan baru di Lampung
Karena ukurannya yang tak biasa, Giuseppe Garibaldi juga akan disambut dengan pangkalan baru yang masih dalam tahap akhir pembangunan. Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan, pembangunan infrastruktur pangkalan di Lampung saat ini telah memasuki tahap akhir.
"Untuk kesiapan infrastruktur pangkalan di Lampung sementara progress finishing yang diharapkan saat kedatangan Garibaldi ke Indonesia sudah rampung," kata Tunggul.
Tunggul belum memerinci fasilitas yang disiapkan di pangkalan tersebut maupun perkembangan pembangunan secara keseluruhan.
Itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang calon kapal induk pertama Indonesia itu.