BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terik matahari yang menyengat pada Rabu (26/8/2026) siang tak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pawai baris-berbaris (PBB) di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sejak siang, warga tampak memadati sejumlah titik di sepanjang rute pawai, terutama di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Ahmad Yani, Pangkalpinang.
Beragam cara dilakukan penonton untuk bertahan di tengah cuaca panas. Payung warna-warni terlihat membentang di antara kerumunan warga yang duduk maupun berdiri di sisi jalan.
Sebagian penonton bahkan rela datang lebih awal dan memilih berteduh di bawah payung, teras pertokoan maupun tempat-tempat yang berada di sepanjang jalur pawai.
Meski panas menyengat, perhatian mereka tetap tertuju ke tengah jalan saat satu per satu peserta PBB melintas dengan barisan yang rapi.
Suasana semakin meriah ketika rombongan peserta mulai memasuki ruas jalan yang dipadati penonton. Sorak dan tepuk tangan sesekali terdengar dari sisi jalan, terutama ketika peserta menampilkan formasi dan gerakan baris-berbaris.
Menariknya, kemeriahan pawai PBB di Pangkalpinang tidak hanya menarik perhatian masyarakat yang tinggal di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sejumlah warga dari kabupaten lain juga rela datang ke Pangkalpinang untuk menyaksikan langsung kemeriahan pawai tahunan tersebut.
Salah satunya Nina (38), warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
Ia mengaku sengaja datang ke Pangkalpinang bersama keluarga untuk menyaksikan pawai PBB. Menurutnya, pawai yang digelar di Pangkalpinang selalu memiliki daya tarik tersendiri karena kemeriahannya.
"Biasanya memang kalau ada pawai di Pangkalpinang kami datang. Bukan hanya PBB, tapi juga karnaval dan pawai kendaraan hias. Di sini memang lebih meriah," kata Nina saat dijumpai Bangkapos.com, Rabu (26/8/2026).
Ia mengatakan, kedatangannya ke Pangkalpinang juga sekaligus menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga. Kebetulan, ia memiliki saudara yang tinggal di Pangkalpinang.
Karena itu, setiap kali agenda pawai digelar di Pangkalpinang, Nina dan keluarganya berusaha menyempatkan diri untuk datang.
"Biasa setiap tahun datang kalau ada pawai. Kebetulan ada saudara juga di Pangkalpinang, jadi sekalian," ujarnya.
Antusiasme serupa juga terlihat dari warga Pangkalpinang yang memilih bertahan di tengah teriknya matahari demi menyaksikan langsung pawai.
Puji (45) warga Pangkalpinang, salah seorang penonton, mengatakan dirinya sengaja datang karena tidak ingin melewatkan kemeriahan pawai yang menjadi salah satu agenda yang selalu ditunggu masyarakat.
Menurutnya, menyaksikan pawai secara langsung memberikan suasana berbeda dibandingkan hanya melihatnya melalui media sosial.
"Biarpun panas tapi inikan momen satu tahun sekali, jadi sayang banget kalau tidak nonton. Meskipun panas kami rela lah bawa payung," katanya.
Padatnya penonton di sepanjang rute menunjukkan bahwa cuaca panas bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menikmati kemeriahan pawai PBB.
Payung-payung yang memenuhi sisi jalan pun menjadi pemandangan tersendiri. Di bawah teriknya matahari, warga tetap bertahan, menunggu setiap rombongan peserta melintas di hadapan mereka.
Bagi sebagian masyarakat, pawai bukan sekadar tontonan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus menikmati kemeriahan perayaan di Kota Pangkalpinang.
Tak hanya masyarakat Pangkalpinang, warga dari berbagai daerah di Bangka Belitung pun turut menjadikan pawai di ibu kota provinsi itu sebagai agenda yang layak untuk didatangi. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)