Kekeringan Sukoharjo Meluas, 970 KK dan 3.300 Jiwa Krisis Air Bersih
Putradi Pamungkas August 26, 2026 04:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kekeringan di Sukoharjo Jawa Tengah semakin meluas hingga menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah. 

Sumber air dan sumur warga mengering akibat musim kemarau yang masih berlangsung.

Data dropping air bersih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo hingga 24 Agustus 2026 mencatat sebanyak 970 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.300 jiwa terdampak kekeringan.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan data per 21 Juli 2026 yang mencatat 376 KK atau 1.179 jiwa terdampak di tiga kecamatan.

Kekeringan kini melanda tiga kecamatan dan sembilan desa, yakni Kecamatan Tawangsari, Bulu, dan Weru.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, BPBD Sukoharjo bersama sejumlah pihak terus menyalurkan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air.

Hingga 24 Agustus 2026, total distribusi air bersih mencapai sekitar 1.297.500 liter menggunakan 237 tangki.

Penyaluran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta bantuan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

KRISIS AIR - Penyaluran air bersih di Kecamatan Bulu Sukoharjo beberapa waktu lalu. Data dropping air bersih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo hingga 24 Agustus 2026 mencatat sebanyak 970 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.300 jiwa terdampak kekeringan.
KRISIS AIR - Penyaluran air bersih di Kecamatan Bulu Sukoharjo beberapa waktu lalu. Data dropping air bersih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo hingga 24 Agustus 2026 mencatat sebanyak 970 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.300 jiwa terdampak kekeringan. (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

Kekeringan di Kecamatan Tawangsari

Di Kecamatan Tawangsari, wilayah terdampak meliputi Desa Kedungjambal, Pundungrejo, dan SMP 3 Tawangsari.

Desa Kedungjambal menjadi salah satu wilayah dengan jumlah warga terdampak cukup besar.

Sebanyak 372 KK atau 1.082 jiwa mengalami dampak kekeringan.

BPBD mulai menyalurkan air bersih ke wilayah tersebut sejak 2 Juli 2026.

Melalui APBD, sebanyak 65 tangki dengan total 325.000 liter air telah disalurkan.

Bantuan CSR kemudian menambah 30 tangki atau 178.500 liter air sejak 1 Agustus 2026.

Sementara itu, Desa Pundungrejo mencatat 40 KK atau 163 jiwa terdampak kekeringan.

BPBD mulai mendistribusikan air bersih melalui APBD pada 7 Agustus 2026 sebanyak dua tangki dengan total 10.000 liter.

Bantuan CSR kemudian menambah satu tangki atau 10.000 liter pada 15 Agustus 2026.

Kebutuhan air bersih juga menyasar SMP 3 Tawangsari.

Sebanyak satu tangki berkapasitas 3.000 liter disalurkan melalui CSR pada 11 Agustus 2026.

Baca juga: Kekeringan Melanda Sukoharjo Selatan, ASN Pemkab Galang Dana dan Kirim 126 Tangki Air Bersih

Tiga Desa di Kecamatan Bulu Terdampak Kekeringan

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Bulu. Tiga desa masuk dalam daftar wilayah terdampak, yakni Desa Kunden, Kedungsono, dan Ngasinan.

Desa Kunden menjadi salah satu wilayah dengan jumlah warga terdampak cukup besar, yakni 218 KK atau sekitar 800 jiwa.

BPBD mulai melakukan dropping air bersih di Desa Kunden sejak 2 Juli 2026.

Sebanyak 30 tangki dengan total 150.000 liter air disalurkan melalui APBD.

Pada 29 Juli 2026, bantuan CSR kembali masuk sebanyak 33 tangki dengan total 207.000 liter air.

Di Desa Kedungsono, sebanyak 43 KK atau 130 jiwa terdampak kekeringan.

Distribusi melalui APBD berlangsung sejak 11 Agustus 2026 dengan satu tangki berisi 5.000 liter air.

Bantuan CSR juga mencapai enam tangki atau 41.000 liter sejak 3 Agustus 2026.

Sementara itu, Desa Ngasinan mencatat 132 KK atau 536 jiwa terdampak.

BPBD menyalurkan satu tangki atau 5.000 liter air melalui APBD sejak 11 Agustus 2026.

Bantuan CSR kemudian menambah tujuh tangki dengan total 49.000 liter sejak 12 Agustus 2026.

Baca juga: BPBD Prediksi Kekeringan di Wonogiri Masih Akan Meluas, Wilayah Terdampak Berpotensi Bertambah

Kekeringan Sukoharjo Juga Melanda Kecamatan Weru

Kecamatan Weru juga menghadapi dampak kekeringan yang cukup serius. 

Empat wilayah tercatat menerima dropping air bersih, yakni Desa Weru, Jatingarang, Tawang, dan Karangmojo.

Di Desa Weru, sebanyak 75 KK atau 271 jiwa terdampak kekeringan.

BPBD menyalurkan air melalui APBD sejak 2 Juli 2026 sebanyak 26 tangki atau 130.000 liter air.

Bantuan CSR kemudian menambah 25 tangki dengan total 142.000 liter air pada 29 Juli 2026.

Desa Jatingarang mencatat 30 KK atau 123 jiwa terdampak. Bantuan CSR sebanyak satu tangki atau 4.000 liter air masuk pada 29 Juli 2026.

Selanjutnya, Desa Tawang mencatat 60 KK atau 195 jiwa terdampak. Sebanyak dua tangki dengan total 13.500 liter air disalurkan melalui CSR sejak 14 Agustus 2026.

Dropping air juga menyasar wilayah Karangmojo untuk memenuhi kebutuhan air di SMP Negeri 1 Weru.

Sebanyak empat tangki dengan total 29.000 liter air disalurkan melalui CSR pada 14 Agustus 2026.

BPBD Sukoharjo Terus Perbarui Data Kekeringan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan pihaknya terus menyalurkan air bersih untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air akibat sumber air mengering selama musim kemarau.

“Dropping air bersih terus kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Data terus kami perbarui sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga wilayah yang membutuhkan air bersih dapat segera mendapatkan bantuan,” kata Ariyanto, Rabu (26/8/2026).

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.