Babinsa TNI di Lubuklinggau Gunakan Ekstrak Singkong untuk Jinakkan Api, Bikin Prabowo Terpukau
Welly Hadinata August 26, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU – Inovasi Babinsa Kodim 0406/Lubuklinggau dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat perhatian hingga tingkat nasional.

Inovasi tersebut berupa formulasi bahan pemadam api berbahan dasar olahan singkong yang dikembangkan oleh Babinsa Kodim 0406/Lubuklinggau, Serka Adi Setiawan.

Inovasi ini bahkan disinggung Presiden RI Prabowo Subianto saat memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan adanya inovasi bahan pemadam berbahan dasar ubi atau singkong yang dapat digunakan untuk memadamkan api dalam skala kecil.

Mendengar inovasi tersebut, Presiden Prabowo meminta agar bahan pemadam tersebut dikembangkan dan diproduksi dalam skala besar sebagai salah satu alternatif penanganan karhutla.

“Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar,” kata Prabowo.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Dandim 0406 Lubuklinggau Letkol Inf Danny Steven Surbakti menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan dan memproduksi bahan pemadam tersebut dalam jumlah lebih besar.

“Iya akan segera diproduksi dalam jumlah banyak,” kata Danny saat dihubungi Sripoku.com, Selasa (25/8/2026).

Danny mengatakan, tahap awal pihaknya menyiapkan sekitar 4.000 liter air pemadam api yang dicampur dengan ekstrak singkong.

Rencananya, bahan tersebut akan diaplikasikan terlebih dahulu untuk membantu penanganan hotspot atau titik api di wilayah Musi Rawas dan Musi Rawas Utara (Muratara).

“Untuk tahap awal akan siap diaplikasikan pada hotspot titik api yang ada di Musi Rawas dan Muratara dulu,” ujarnya.

Berbahan Ekstrak Kulit Singkong

Danny menjelaskan, formulasi bahan pemadam tersebut menggunakan sejumlah bahan utama, antara lain ekstrak kulit singkong, ekstrak abu janjangan kosong sawit, garam sebagai pengkristal, serta larutan basa kuat.

Dalam penggunaannya, bahan tersebut dilarutkan ke dalam air dengan perbandingan sekitar 1 kilogram tepung untuk 1.000 liter air.

Larutan tersebut kemudian dapat diaplikasikan menggunakan tangki mobil pemadam kebakaran maupun peralatan lainnya.

Menurut Danny, formulasi tersebut bekerja dengan memanfaatkan sifat basa dari bahan yang digunakan.

“Prinsip kerjanya, api ini akan cepat merambat pada bidang yang asam seperti kayu ranting yang mengandung senyawa hidrokarbon sehingga gampang sekali terbakar. Sementara produk kita ini sifatnya basa, sehingga mempercepat proses pemadaman api,” jelasnya.

Selain dikembangkan sebagai bahan pemadam api, produk tersebut disebut memiliki potensi pemanfaatan lain.

Danny mengatakan, formulasi tersebut juga dapat digunakan untuk membantu menetralisir lahan dengan tingkat keasaman tinggi.

“Sehingga bisa juga digunakan untuk pertanian, terutama di lahan yang asam sehingga pH tanah dapat normal,” pungkasnya.

Pemkot Lubuklinggau Apresiasi Inovasi

Pemerintah Kota Lubuklinggau turut mengapresiasi inovasi yang dikembangkan personel Kodim 0406/Lubuklinggau tersebut.

Sekda Kota Lubuklinggau H Trisko Defriansyah menilai inovasi tersebut merupakan hal positif, terlebih setelah mendapat perhatian di tingkat nasional.

“Terkait temuan itu positif, dengan bahan kimia, atau hal apa,” kata Trisko, Rabu (26/8/2026).

Namun, Trisko mengingatkan bahwa inovasi tersebut tetap perlu diuji secara ilmiah dan melalui metode riset untuk memastikan efektivitasnya.

“Tapi apakah ini sudah teruji secara ilmiah dan sudah teruji dengan metode riset, kita belum tahu juga,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai perhatian nasional terhadap inovasi tersebut turut membawa nama Lubuklinggau ke tingkat yang lebih luas.

“Kalau nama Linggau disebutkan, Babinsa Lubuklinggau disebutkan, paling tidak nama Linggau terangkat,” katanya.

Trisko mengaku sudah beberapa kali menyaksikan demonstrasi penggunaan inovasi pemadam api tersebut dalam berbagai kegiatan.

“Dari dulu sudah sering. Setiap ada kunjungan Panglima atau apa, sudah sering kita lihat demo pemadaman api menggunakan apa,” ungkapnya.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat, inovasi bahan pemadam berbasis singkong tersebut kini diarahkan untuk dikembangkan dalam skala lebih besar sebagai salah satu alternatif penanganan karhutla.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.