WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Upaya penyelamatan masa depan anak-anak dari ancaman stunting terus bergerilya hingga ke sudut-sudut desa.
Kali ini, UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) menggandeng Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menerjunkan tim akademisi ke Desa Cikate, Lebak, Banten.
Membawa misi tahun kedua, kolaborasi lintas kampus ini memfokuskan pendampingan pada peningkatan kapasitas guru PAUD dan Orangtua murid.
Perang melawan stunting kini resmi memasuki era digital lewat pemanfaatan Aplikasi SDIDTK berbasis Android.
Aplikasi pintar ini dirancang agar proses pemantauan tumbuh kembang balita bisa dilakukan secara instan, presisi, dan mandiri oleh warga.
“Pemanfaatan teknologi berbasis Android ini membuat deteksi dini gangguan tumbuh kembang menjadi jauh lebih praktis di tangan Orangtua,” ujar Ketua Pengabdian Masyarakat, Sri Yani.
Baca juga: Tarif Parkir Jakarta Belum Naik, Usulan Rp 60.000 per Jam Masih Dikaji
Sensitivitas para ibu dan guru PAUD kini diasah tajam agar mampu membaca setiap sinyal penyimpangan fisik maupun motorik balita sejak awal.
Tak sekadar teori, para peserta juga dibekali teknik stimulasi fisioterapi secara langsung untuk mengoptimalkan pergerakan dan respon anak.
“Orangtua merupakan pihak yang paling sering berinteraksi dengan anak, sehingga kejelian mereka adalah kunci utama pencegahan masalah kesehatan sejak dini,” ungkapnya.
Guru PAUD diposisikan sebagai benteng pertahanan kedua yang mengamati perkembangan anak selama aktivitas belajar dan bermain di sekolah.
Sinergi yang solid antara Orangtua dan guru PAUD dipastikan bakal membentuk sistem pengawasan tumbuh kembang balita yang berkelanjutan.
Para mahasiswa lintas jurusan kesehatan dan sosial turut diterjunkan langsung sebagai fasilitator untuk memandu warga mempraktikkan simulasi fisik.
“Keterlibatan aktif para mahasiswa tidak hanya melancarkan edukasi, tetapi juga menjadi sarana aplikasi ilmu yang memberi manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua Bunda PAUD Desa Cikate, Yati Jumri; Kepala Sekolah PAUD, Teti Heriyanti; Pembina PAUD Desa Cikate, Een Nurhaeni, dan para guru PAUD dan Orangtua murid.
Sedangkan, tim pengabdian diketuai oleh Sri Yani, serta anggota Tim Dosen UPNVJ Rena Mailani, Indah Permatasari, Sri Gunda Fahriana Fahrudin serta Tim Dosen UNTIRTA Louisa Ivana Utami.
Pengabdian ini takkan sukses tanpa keterlibatan mahasiswa sebagai fasilitator, yakni Andini Azzahra, Amanda Khairena, Syalaisha Awliya Fasya, dan Adinda Khansa Hafizhah.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di perguruan tinggi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lewat integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepedulian sosial, Desa Cikate kini bertransformasi menjadi benteng tangguh pencetak generasi bebas stunting. (m38)