BANGKAPOS.COM -- Mengecek data desil untuk KIP kuliah sangat mudah, hanya dengan NIK.
Tak perlu login, Anda cukup mengklik dtsen-form.bps.go.id.
Data desil merupakan tingkat kesejahteraan keluarga dalam kategori 1-10 yang tercatat di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca juga: Nasib Revaldo usai 4 Kali Ditangkap Polisi karena Narkoba, Pernah Divonis jadi Pengedar
Data desil di DTSEN menjadi dasar bagi pemerintah untuk menetapkan penerima berbagai bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga bantuan iuran BPJS Kesehatan PBI.
Melalui pengelompokan desil, kondisi sosial ekonomi keluarga pendaftar akan dipetakan ke dalam skala tertentu.
Dengan begitu, calon mahasiswa bisa mendapatkan gambaran awal mengenai kriteria ekonomi sebelum menyelesaikan seluruh proses pendaftaran akun KIP Kuliah 2026.
Jika terdaftar, akan muncul keterangan "NIK ditemukan pada basis data DTSEN".
Setelah itu, Anda bisa melakukan cek desil dengan cara berikut:
Tunggu hingga informasi mengenai desil ditampilkan. Setelah data muncul, Anda dapat melihat masuk dalam kelompok desil berapa.
Selain lewat website dtsen-form.bps.go.id, pengguna juga bisa cek melalui website Kementerian Sosial, yaitu cekbansos.kemensos.go.id.
Pengguna juga hanya perlu memasukkan NIK untuk cek desil di website tersebut.
Adapun cara cek desil online via via cekbansos.kemensos.go.id adalah sebagai berikut:
Setelah memastikan seluruh data ekonomi sesuai, pendaftar dapat melanjutkan ke tahapan pendaftaran akun KIP Kuliah secara mandiri melalui laman resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Calon penerima diwajibkan mengisikan data NIK, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), serta alamat email yang aktif.
Sistem kemudian akan memvalidasi data-data tersebut.
Jika validasi berhasil, sistem akan mengirimkan Nomor Pendaftaran dan Kode Akses secara otomatis ke email yang didaftarkan.
Kode tersebut digunakan pendaftar untuk masuk ke sistem, memilih jalur seleksi perguruan tinggi yang diikuti (SNBP, SNBT, atau Mandiri), dan mengunggah seluruh dokumen pendukung yang dipersyaratkan.
Dalam sistem DTSEN BPS, tingkat kesejahteraan masyarakat dibagi menjadi 10 tingkatan desil.
Pembagian ini menggambarkan kondisi ekonomi dari tingkat terbawah hingga teratas:
Desil 1: Kelompok sangat miskin (10 persen populasi dengan tingkat ekonomi terendah)
Desil 2: Kelompok miskin
Desil 3: Kelompok hampir miskin
Desil 4: Kelompok rentan miskin
Desil 5: Kelompok menengah bawah yang relatif stabil
Desil 6: Kelompok menengah
Desil 7: Kelompok menengah atas
Desil 8: Kelompok mapan
Desil 9: Kelompok kaya
Desil 10: Kelompok sangat kaya
Meskipun status desil memberikan indikasi kondisi ekonomi awal, hasil pengecekan ini bukan menjadi satu-satunya faktor penentu kelolosan KIP Kuliah.
Penetapan akhir penerima tetap melewati tahap verifikasi berkas dan validasi lanjutan dari pihak perguruan tinggi penerima.
(Bangkapos.com/Kompas.com)