Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Muhammad Putra Ferryandi atau Dae Yandi terpilih sebagai Ketua Perserikatan Baseball dan Softball (Perbasasi) Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam Musyawarah Daerah (Musda), Rabu (26/8/2026) di Mataram.
Setelah terpilih sebagai Ketua Perbasasi NTB, Dae Yandi menargetkan meraih emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 meskipun olahraga ini tergolong masih baru.
"Ada namanya fast pitch softball, pertama kemarin dipertandingkan di Asian Games, kami nanti bisa menargetkan emas," kata Dae Yandi.
Dia menjelaskan dasar olahraga baseball dan softball ini sama dengan olahraga kasti yang sering dimainkan masyarakat sejak dulu namun terdapat beberapa perbedaan terkait dengan aturan dalam permainan ini sehingga perlu adanya penguatan kualitas sumber daya.
Mantan Ketua DPRD Bima ini berkomitmen untuk melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM), terutama para pelatih yang akan menggawangi latihan para atlet nantinya.
Baca juga: Daftar ke KPU Bima, Pasangan Yandi-Umi Ros Optimis Menang di Pilkada 2024
"Untuk pembinaan para pelatih nanti kita undang dari pusat untuk bisa memberikan rule (Aturan) saat pertandingan softball dan baseball nantinya," kata Dae Yandi.
Untuk mengenalkan olahraga ini juga, ia berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, mensosialisasikan ke sekolah-sekolah SMA dan SMK.
Caranya dengan para siswa berlatih dan mempersiapkan diri saat penjaringan atlet nanti untuk disiapkan mengikuti berbagai kompetisi Baseball dan Softball.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Keolahragaan Dispora NTB, Agus Sukmayadi mengatakan pengurus Perbasasi harus mulai mempersiapkan kualitas dan kapasitas atlet.
Agus mengatakan dengan banyaknya guru yang menjadi pengurus cabang olahraga ini, bisa mengenalkan kepada para siswa-siswinya.
Peningkatan kualitas SDM ini kata Agus bukan hanya menyangkut masalah atlet saja tetapi juga perangkat pertandingan.
"Para pelatih wajib memiliki lisensi nanti, jadi bukan hanya bermodalkan bisa main tetapi juga diakui," kata Agus.
Dengan sisa waktu yang ada saat ini, Agus optimis Perbasasi bisa menyiapkan calon atlet untuk tampil dan meraih emas di PON 2028 saat NTB menjadi tuan rumahnya.
(*)