Unimerz Launching Fakultas Kedokteran, Mulai Kuliah September 2026
Sudirman August 26, 2026 04:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Megarezky (Unimerz) resmi memiliki Fakultas Kedokteran (FK).

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky, Noer Alim Qalby, bersama Rektor Unimerz Prof Anwar Ramli meresmikan Fakultas Kedokteran dalam Wisuda angkatan XXII periode genap tahun ajaran 2025/2026 di Hotel Claro Kota Makassar pada Rabu (26/8/2026).

"Wisuda ini ada unik, kita syukuri karena dirangkaikan launching Fakultas Kedokteran. Jadi hari ini sudah miliki 8 Fakultas ditambah satu pascasarjana dengan jumlah mahasiswa 10.077 orang," ujar Prof Anwar Ramli kepada Tribun-Timur.com.

Launching ditandai dengan menekan tombol bersama.

Selain Prof Anwar Ramli dan Noer Alim Qalby, ada juga Kepala LLDikti Wilayah IX Prof Budu dan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Evi Mustikawati Arifin.

Baca juga: Unimerz Kukuhkan 1.333 Wisudawan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Terbanyak

Terbentuknya Fakultas Kedokteran sejalan dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) pendirian Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.

SK dua prodi ini dikantongi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 897/B/O/2026.

Surat ini tentang pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.

Terbitnya SK tersebut menjadi sejarah baru bagi Unimerz dalam memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia.

Khususnya pada bidang Kesehatan dalam mencetak dokter yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

Prof Anwar Ramli menyebut saat ini proses penerimaan mahasiswa tahap pertama sudah selesai.

Masih terbuka pendaftaran bagi mahasiswa FK di jalur tahap kedua.

Rencananya pembelajaran perdana akan dimulai pada 7 September mendatang.

"Insyallah bersamaan 7 September 2026 bersamaan prodi lain Fakultas Kedokteran juga mulai pembelajaran. Angkatan pertama ini hanya 50 tidak bisa lebih, sekarang sudah hampir 50 pendaftar gelombang pertama," ujar Prof Anwar Ramli yang mengenakan toga.

Secara umum, Prof Anwar menilai seluruh persiapan Fakultas Kedokteran sudah rampung.

Unimerz sudah siap dari segi sarana dan prasarana hingga kurikulum pendidikan.

Ruang kelas maupun laboratorium siap digunakan mahasiswa setiap harinya.

"Kesiapan fasilitas dan tenaga dosen Fakultas Kedokteran tidak diberikan izin kalau tidak memenuhi syarat. Sarana dan prasarana sudah ok dan juga SDM sudah disetujui semua hingga keluar SK itu. Ada 3 perlu sarpras, SDM dan kurikulum. Kalau ada tidak dipenuhi tidak keluar SKnya," ujar Rektor Unimerz.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky Noer Alim Qalby bercerita awal mula niatnya mendirikan Fakultas Kedokteran.

Mulai dari pernyataan yang diumumkan pada wisuda Februari 2025 silam.

Di hadapan lulusan Unimerz saat itu, Noer Alim Qalby mengumumkan rencana pembentukan Fakultas Kedokteran.

"Di awal tidak ada persiapan sama sekali, waktu saya sampaikan 2026 Unimerz punya fakultas Kedokteran. Pulang wisuda saat itu (2025) saya menemui Pembina Yayasan saya bilang mau buat Fakultas Kedokteran, dia bilang butuh banyak dokter. Jadi ya kita cari. Modal saya katakan saat itu niat tulus jika FK berdiri jadi amal jariyah alm Hj Suryani dan orang berperan pendirian FK," jelas Noer Alim Qalby yang mengenakan batik.

Sejak itu, persiapan langsung dikebut dengan tim khusus.

Unimerz menyiapkan kebutuhan pembentukan Fakultas Kedokteran.

Dari sarana pendidikan, kebutuhan dokter dan dosen sampai rancangan kurikulum.

Sampai akhirnya SK Kemendiktisaintek terbit, Unimerz bisa mendirikan FK.

Dengan adanya FK, ia optimis Unimerz bisa menembus persaingan internasional.

"Kita targetkan 3 tahun kedepan Unimerz masuk 2 ribu besar QS Ranking Asia. Saya sadar target itu tidak mudah, karena kalau mau berkembang jangan harap sesuatu yang mudah," ujar Noer Alim Qalby.

Kepala LLDikti Wilayah IX Prof Budu menyebut membentuk Fakultas Kedokteran bukanlah hal yang mudah.

Terlebih nantinya, akan banyak tahapan ujian kompetensi yang dihadapi mahasiswa.

Tantangan itu harus dilalui sivitas akademika Unimerz.

Di bagian Timur Indonesia lebih 20 Fakultas Kedokteran, dibawah LLDikti IX ada 9 FK, Unimerz ini kesembilan.

"Tantangan kedepan luar biasa. Sesuatu yang bagus diawal ujungnya bagus. Keras sekali persaingan Pendidikan kedokteran. Kita akan dihadang ujian kompetensi yang sangat ketat. Itu akan melelahkan pimpinan universitas, pengelola dan dekan. Kita harus hindari bottleneck," jelas Prof Budu.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.