ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Pemadaman listrik yang terus berulang di Pulau Siantan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas.
Pemerintah daerah menilai persoalan pasokan listrik harus segera mendapatkan solusi agar tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, langsung turun menemui Manager PLN Anambas, Fachri, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi pasokan listrik di Kabupaten Kepulauan Anambas, khususnya di Pulau Siantan yang kembali mengalami pemadaman bergilir.
Raja Bayu ingin mendapatkan penjelasan mengenai penyebab gangguan listrik, kondisi mesin pembangkit serta langkah yang sedang dilakukan PLN untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Kami datang untuk memastikan langsung kondisi listrik di Anambas. Kami ingin mengetahui apa persoalannya dan apa langkah yang sedang dilakukan PLN untuk mengatasinya," kata Raja Bayu.
Menurutnya, Pemkab Anambas tidak ingin hanya melihat persoalan tersebut dari luar.
Pemerintah daerah akan berupaya membantu mencari jalan keluar bersama PLN agar kebutuhan listrik masyarakat dapat kembali terpenuhi dengan baik.
Raja Bayu mengatakan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendorong percepatan penyelesaian persoalan kelistrikan di Pulau Siantan.
"Kami dari pemerintah daerah tentu akan berupaya membantu. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, sehingga harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Anambas dalam waktu dekat akan menemui jajaran PLN di Tanjungpinang hingga PLN di tingkat pusat.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminta kejelasan mengenai kondisi kelistrikan Anambas sekaligus mencari solusi jangka panjang.
"Kami akan berkoordinasi dengan PLN di Tanjungpinang maupun ke pusat. Kami ingin mendapatkan kejelasan dan mencari solusi supaya persoalan seperti ini tidak terus berulang," kata Bayu.
Menurut Bayu, komunikasi dengan PLN di tingkat regional dan pusat penting dilakukan karena persoalan listrik di Anambas tidak cukup diselesaikan hanya dengan penanganan sementara.
Pemerintah daerah juga akan mendorong agar kebutuhan pembangkit dan sistem kelistrikan di wilayah kepulauan mendapat perhatian lebih.
Dengan begitu, pasokan listrik di Anambas diharapkan lebih stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Raja Bayu meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
Ia mengatakan, pemerintah daerah akan terus berkomunikasi dengan PLN untuk memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang. Pemerintah daerah sedang berupaya mencari solusi bersama PLN. Mudah-mudahan persoalan ini segera selesai dan masyarakat bisa kembali mendapatkan listrik secara normal," ujarnya.
Sebelumnya, PLN Anambas mulai melakukan pemadaman listrik secara bergilir di Pulau Siantan sejak Selasa (25/8/2026).
Kebijakan tersebut dilakukan setelah salah satu mesin pembangkit mengalami kerusakan.
Akibat kerusakan tersebut, PLN harus mengatur distribusi listrik agar pasokan yang tersedia tetap dapat dibagikan kepada masyarakat.
Durasi pemadaman bergilir mencapai sekitar empat hingga lima jam dalam satu periode.
Perbaikan mesin pembangkit ditargetkan selesai pada Kamis (27/8/2026).
PLN diharapkan dapat segera mengoperasikan kembali mesin tersebut, sehingga sistem kelistrikan di Pulau Siantan kembali normal dan pemadaman bergilir dapat dihentikan. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)