TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Seorang pemuda di Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, nyaris kehilangan tangannya akibat ledakan petasan, Selasa (25/8/2026) dini hari.
Kencangnya bunyi ledakan tersebut juga membuat warga kaget.
Saat ini, pemuda berinisial AF (23) tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Tangan kirinya mengalami luka serius.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di halaman rumah korban.
"Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu terdengar suara ledakan keras dan teriakan dari halaman rumah.
"Keluarga korban kemudian keluar dan mendapati korban sudah berada di teras dalam kondisi mengalami luka pada tangan kiri," kata Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Iptu Suwarti, Selasa.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Pekalongan Diklaim Naik 5,88 Persen, Benarkah
Menurut keterangan yang diterima, ayah dan ibu korban langsung keluar rumah setelah mendengar ledakan.
Keduanya mendapati, AF dalam kondisi kesakitan sambil memegangi tangan kirinya.
Korban kemudian meminta keluarga mencari bagian jari yang mengalami luka akibat ledakan.
Keluarga bersama warga selanjutnya membawa AF ke RSI Pekajangan untuk mendapatkan penanganan medis.
"Korban langsung dibawa ke RSI Pekajangan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut."
"Saat ini, korban masih menjalani rawat inap," jelas Suwarti.
Petugas yang melakukan pemeriksaan di lokasi menemukan bekas ledakan di sekitar tong sampah yang berada di halaman rumah korban.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan ledakan, di antaranya sebuah cobek yang rusak, dua buah paku, mata obeng, dua potong kawat, sebuah stoples berisi bubuk mesiu, serta serpihan kertas petasan.
"Selain itu, polisi menemukan bagian jari korban di sekitar lokasi kejadian," ujarnya.
Baca juga: Jadwal dan Tahapan Pilkades Serentak di 34 Desa Kabupaten Pekalongan
Polisi mengatakan, korban mengalami luka berupa luka robek pada telapak tangan, luka pada beberapa jari, serta luka pada bagian pergelangan lengan bawah.
"Kami masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti proses pembuatan maupun penggunaan petasan yang menyebabkan ledakan," imbuhnya.
Suwarti mengimbau masyarakat tidak membuat, menyimpan, maupun menggunakan petasan yang dapat membahayakan keselamatan.
Petasan yang dirakit menggunakan bahan tertentu berpotensi menimbulkan ledakan dan melukai pembuat maupun orang di sekitarnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak bermain-main dengan petasan atau bahan yang dapat menimbulkan ledakan."
"Keselamatan harus menjadi perhatian utama karena dampaknya dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain," katanya. (*)