Mataram (ANTARA) - Museum Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengamankan berbagai artefak yang masih tersisa agar tidak hilang saat proses pembersihan puing-puing pasca-kebakaran Dusun Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan pihaknya telah dua kali turun ke lokasi untuk menginventarisasi sekaligus mengamankan benda-benda bernilai sejarah dan budaya tersebut.

"Kami sudah menyampaikan dan meminta izin kepada kepala dusun dan pokdarwis (kelompok sadar wisata) untuk mengumpulkan beberapa artefak yang terkait dengan kebakaran," ujar dia di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan kebakaran tidak hanya menghanguskan rumah adat dan rumah warga, tetapi juga menyebabkan hilangnya berbagai benda budaya, termasuk peralatan menenun yang berusia lebih dari 100 tahun.

Selain peralatan tenun, sejumlah manuskrip, kain tenun, serta peralatan rumah tangga yang berusia cukup tua juga turut hilang akibat kebakaran pada Sabtu (22/8) malam.

"Kami mengumpulkan cukup banyak benda yang berkaitan dengan tenun yang terbakar, peralatan rumah tangga, beras, jagung, tampi, termasuk ujung ceret yang juga terbakar," kata dia.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam memperlihatkan temuan gabah dari sisa puing-puing kebakaran Kampung Adat Sade di Ruang Rapat Museum NTB di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (26/8/2026). ANTARA/Sugiharto Purnama

Dusun Adat Sade yang berdiri pada abad ke-16 tersebut mengalami kebakaran pada Sabtu (22/8), sekitar pukul 22.00 Wita.

Sejumlah saksi mata menceritakan api pertama kali muncul dari salah satu rumah di tengah permukiman adat tersebut.

Api kemudian merembet ke sejumlah rumah lainnya yang sebagian besar menggunakan bahan mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan ilalang.

Pamong Budaya Museum NTB Gusti Ayu Sri Astiti mengatakan pihaknya mengamankan empat lembar kain tenun yang rusak akibat kebakaran saat proses inventarisasi dua hari lalu.

Motif keempat kain tenun tersebut adalah motif subahnale, pucuk rebung, geometris, dan cerbon sasak.

"Motif cerbong sasak adalah motif tenun khas Dusun Adat Sade. Motif itu melambangkan simbol gotong royong atau kebersamaan, serta keharmonisan," kata dia.