Fakta-Fakta Terkait Peristiwa Kebakaran Lahan di Belakang SMK 10 Manado: Siswa Jadi Pemadam Dadakan
Rizali Posumah August 26, 2026 04:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kebakaran lahan kembali terjadi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. 

Kali ini berada tepat di belakang SMK Negeri 10 Manado, Kayuwatu, Kelurahan Kairagi Dua, Lingkungan V. 

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (26/8/2026) pagi.

Berikut tiga fakta terkait peristiwa tersebut:

Gedung Sekolah Nyaris Terbakar

Posisi lahan yang terbakar berada sangat dekat dengan SMK Negeri 10 Manado. 

Kondisi lahan yang padat ilalang membuat api cepat membesar dan kian mendekat ke sekolah.

Walhasil proses belajar langsung dibubarkan.

Para siswa perempuan dipulangkan.

Sedang para siswa pria diminta tinggal untuk membantu evakuasi peralatan praktek.

Meski begitu beberapa siswa perempuan memilih untuk membantu siswa pria.

Titik api berada sanga dekat sekolah tersebut.

Asap bahkan sudah masuk ke sejumlah kelas. 

Siswa Jadi Pemadam Dadakan

Situasi tersebut membuat panik para siswa. 

Meski begitu, sejumlah siswa memutuskan untuk ikut melakukan pemadaman api. 

Terlihat seorang  siswa membantu petugas TNI dan Damkar Manado memadamkan api.

Dirinya memegang selang di belakang dua anggota TNI.

Dengan patuh diikutinya semua instruksi dari petugas.

Suhu kala itu panas dan kobaran api di sejumlah titik membuat kulit terasa melepuh.

Asap pekat membuat sulit bernafas.

Siswa ini melindungi tubuhnya dengan pakaian houdi tangan panjang hitam dan melengkapi diri dengan masker.

Seorang guru wanita juga terlihat dalam pemadaman.

Ia menyirami pohon yang terbakar dengan air dari gayung.

Sebut dia, api mulai nampak sekira pukul 08.00 WITA.

Para siswa dan guru sempat mencoba memadamkan api.

"Ada dari siswa yang memang ikut dalam pemadaman," katanya. 

Terjadi saat Siswa Sedang Belajar

Kebakaran terjadi saat siwa tengah belajar. 

Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh Kepsek SMK Negeri 10 Manado Sem Kadimateng.

"Langkah awal adalah kami langsung melapor ke Damkar, setelah itu kegiatan belajar mengajar dibubarkan," terang dia.

Begitu menerima laporan dari pihak sekolah, Danton Damkar dan Penyelamatan Dinas Damkar Manado Audi Frangky langsung menuju ke TKP begitu masuk laporan.

Sebanyak dua armada Damkar beserta lima petugas langsung dikerahkan.

"Ada pula mobil pemadam dari Kodim dan Brimob," katanya.

Ungkap dia, pemadaman berlangsung selama  satu setengah jam. 

"Kendala yang dialami adalah angin yang kencang," pungkas dia. 

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.