TRIBUNMANADO.CO.ID - Wali Kota Manado, Andrei Angouw, secara resmi membuka sekaligus menghadiri acara Pengukuhan dan Bimbingan Teknis Keagenan Kelurahan Kota Manado Tahun 2026 di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini digelar untuk memperkuat jangkauan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hingga ke tingkat akar rumput.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Manado, Juwenly Jona Librata Soselisa.
Sementara itu, Wali Kota Andrei Angouw tampak didampingi oleh Asisten I Yulises Oehlers, Kepala Dinas Tenaga Kerja Fadly Kasim, serta Kepala Dinas Kominfo Yanti Mongkauw.
Turut hadir pula para Kepala SKPD, seluruh Camat, Lurah se-Kota Manado, serta para calon agen Perisai Ketenagakerjaan.
Dalam sambutannya, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Manado memaparkan perkembangan cakupan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara tersebut.
Saat ini, tercatat sudah ada 72 kelurahan di Manado yang memiliki Agen Perisai.
Namun, masih terdapat 28 kelurahan yang belum menyodorkan calon agennya.
Program strategis ini menargetkan perlindungan bagi sekitar 22.220 tenaga kerja di Kota Manado.
Wali Kota Andrei Angouw dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Agen Perisai ini.
Ia menekankan bahwa keterlibatan pemerintah daerah dalam isu ketenagakerjaan, khususnya pelayanan kecelakaan kerja dan jaminan sosial, merupakan prinsip dasar untuk menjaga kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
“Ini soal kesejahteraan kita bersama. Kita harus bekerja, namun tentunya kita juga harus mendapat perlindungan,” tegas Andrei Angouw.
Menariknya, salah satu poin krusial yang disorot tajam oleh Wali Kota adalah masalah validasi data kependudukan.
Ia menyentil kasus warga yang telah meninggal dunia namun datanya belum divalidasi, sehingga ahli warisnya mengalami kesulitan saat mengklaim hak jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Menyikapi masalah data tersebut, Andrei meminta agar kewenangan validasi data dapat dipercepat dan dilakukan langsung oleh Lurah melalui sistem digital.
Untuk memastikan pemahaman para aparatur di lapangan, Wali Kota bahkan langsung menguji beberapa Lurah dan Kepala Lingkungan (Kaling) mengenai penggunaan aplikasi 'Manado Hub'.
Aplikasi Manado Hub sendiri merupakan sistem digitalisasi yang menjadi tulang punggung pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Kota Manado.
“Jangan-jangan ada Lurah atau Kaling yang tidak tahu soal Manado Hub. Sistem ini harus dimanfaatkan maksimal untuk memantau data, termasuk kategori Desil (tingkat kesejahteraan) warga,” ujar Wali Kota dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Andrei Angouw juga mengingatkan tugas mulia para Lurah dan Kaling dalam mendata warga miskin ekstrem di wilayahnya secara real-time.
Ia meminta aparatur kelurahan untuk lebih peka terhadap berbagai isu strategis di lingkungan sekitar.
“Semua hal ini harus diketahui oleh Lurah dan Kaling agar menjadi perhatian utama dalam menjaga ketertiban dan kesejahteraan lingkungan,” kata dia.
Di akhir acara, dilakukan pengukuhan resmi para agen yang ditandai dengan penyerahan rompi identitas dan kartu nama anggota Perisai Ketenagakerjaan.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Pemkot Manado bersama BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris peserta yang berhak.
Dengan dikukuhkannya agen-agen baru ini, Pemerintah Kota Manado mengaku optimis dapat memperluas akses perlindungan sosial bagi seluruh tenaga kerja, baik informal maupun formal, di setiap penjuru Kota Manado.
(TribunManado.co.id/Art)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK