BMKG Rilis 10 Wilayah Terpanas di Indonesia 24 Jam Terakhir, Lampung Utara Peringat 1: 36,2 Derajat
SERAMBINEWS.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah yang mencatatkan suhu terpanas di Indonesia dalam 24 jam terakhir, Rabu (26/8/2026).
Berdasarkan data pengamatan BMKG sejak Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, suhu udara terpanas tercatat mencapai 36,2 derajat Celsius.
Suhu maksimum tertinggi pada periode ini melanda kawasan Lampung Utara, Lampung, yang dipantau melalui Stasiun Geofisika Lampung Utara.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dengan suhu maksimum 35,9 derajat Celsius yang tercatat di Stasiun Meteorologi Kalimarau.
Selanjutnya, Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan di Bulungan, Kalimantan Utara, mencatat suhu 35,8 derajat Celsius.
Suhu yang sama juga tercatat di Majalengka, Jawa Barat, melalui Stasiun Meteorologi Kertajati.
Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, berada di posisi kelima dengan suhu maksimum 35,5 derajat Celsius berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Pangsuma.
Meskipun demikian, wilayah Pulau Kalimantan masih mendominasi jajaran daerah terpanas di Indonesia dalam 24 jam terakhir ini.
Berikut daftar lengkap 10 daerah dengan suhu terpanas di Indonesia berdasarkan rilis resmi BMKG publikasi 26 Agustus 2026 pukul 11.50 WIB:
Data BMKG menunjukkan wilayah Kalimantan cukup mendominasi daftar daerah dengan suhu maksimum tertinggi.
Sedikitnya lima stasiun pengamatan dari Pulau Kalimantan masuk dalam 10 besar, yakni Berau, Bulungan, Kapuas Hulu, Sintang, dan Palangkaraya.
Tingginya suhu maksimum di sejumlah wilayah dapat dipengaruhi kondisi atmosfer dan tingkat tutupan awan.
Ketika tutupan awan relatif sedikit, radiasi Matahari lebih banyak mencapai permukaan sehingga proses pemanasan berlangsung lebih kuat dan suhu udara dapat meningkat.
Selain itu, kondisi angin, kelembapan udara, serta dinamika atmosfer regional juga dapat memengaruhi perbedaan suhu maksimum antarwilayah.
Namun, suhu yang tercatat dalam daftar BMKG merupakan suhu maksimum pada lokasi stasiun pengamatan, sehingga tidak serta-merta menggambarkan suhu yang dirasakan secara seragam di seluruh wilayah administratif tersebut.
Kondisi suhu panas perlu diantisipasi masyarakat, khususnya mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pakaian yang ringan dan menyerap keringat, serta mengurangi paparan langsung terhadap sinar Matahari dalam waktu lama.
Aktivitas fisik berat di bawah terik Matahari juga sebaiknya dikurangi.
Masyarakat dapat memilih waktu yang lebih aman untuk beraktivitas di luar ruangan dan beristirahat di tempat yang teduh apabila mulai merasakan tubuh terlalu panas, lemas, pusing, atau tanda-tanda dehidrasi.
Masyarakat juga diimbau terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG untuk mengetahui perkembangan kondisi atmosfer di masing-masing wilayah.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)