SRIPOKU.COM, PALI – Duka mendalam dirasakan Antap Mustofa setelah kehilangan dua anaknya, Andika Alam Saputra (9) dan Hulya Aliya Felis (7), yang meninggal dunia dalam waktu berdekatan.
Kedua kakak beradik tersebut sebelumnya mengalami gejala demam, badan lemas dan panas dingin.
Kondisi Hulya kemudian memburuk setelah menjalani perawatan selama beberapa hari di Rumah Sakit Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Antap mengatakan, awalnya putrinya, Hulya, mengalami demam dan kondisi tubuh yang semakin lemah. Nafsu makannya juga menurun sehingga keluarga memutuskan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Menurut Antap, selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Talang Ubi, kondisi Hulya belum menunjukkan perubahan yang berarti.
"Saya jujur kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit PALI. Selama dalam pengobatan tidak ada perubahan dan penyakit yang dideritanya sampai sekarang diagnosisnya belum tahu," kata Antap.
Karena kondisi putrinya semakin melemah, keluarga kemudian meminta agar Hulya dirujuk ke Rumah Sakit Muara Enim.
"Melihat kondisi anak semakin lemah, saya minta rujukan ke Rumah Sakit Muara Enim. Malam itu juga kami berangkat dan langsung ditangani. Diambil sampel darah dan hasilnya ternyata anaknya terkena penyakit demam berdarah," ujarnya.
Di tengah kondisi Hulya yang memburuk, sang kakak, Andika, juga mengalami keluhan kesehatan serupa.
Antap mengatakan Andika mengalami demam dan kondisi tubuh yang lemah. Namun, anak tersebut berusaha terlihat sehat demi menemani dan menghibur adiknya yang sedang sakit.
"Waktu Felis dirujuk ke Rumah Sakit Muara Enim, Andika tidak mau pisah dari adiknya. Dia ingin ikut ke Muara Enim," tutur Antap.
Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Muara Enim, kondisi Andika tiba-tiba menurun. Ia mengalami sesak napas dan kemudian tidak sadarkan diri.
Kedua anak tersebut akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.
Kehilangan dua anak dalam waktu berdekatan membuat keluarga terpukul. Antap mengaku hanya bisa menerima musibah tersebut sebagai ketetapan Tuhan.
Ia juga mengatakan tidak pernah memiliki firasat khusus sebelum kedua anaknya meninggal dunia.
"Tidak ada firasat, tapi kakak adik ini tiga hari ini tidak mau berpisah, walaupun di rumah sakit," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Meski menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan rumah sakit, Antap mengatakan dirinya menyadari bahwa kematian merupakan ketetapan Allah SWT.
Ia berharap kejadian yang dialami keluarganya menjadi perhatian semua pihak agar masyarakat semakin waspada terhadap gejala penyakit yang dialami anak-anak, khususnya ketika demam dan kondisi tubuh terus melemah.