Nilai Investasi Rp3 Triliun, PSEL Bekasi Target Suplai Listrik untuk 55.000 Rumah
Joseph Wesly August 26, 2026 04:45 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM, BANTARGEBANG- Fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi diresmikan pada Rabu (26/8/2026).

PSEL yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut memiliki nilai investasi mencapai Rp3 triliun.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan PSEL Kota Bekasi ditargetkan mampu mengolah hingga 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen timbunan sampah di Kota Bekasi menjadi energi hijau.

Fasilitas tersebut juga diproyeksikan dapat mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 90 persen.

"PSEL Kota Bekasi diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan listrik sekitar 55.000 rumah, menurunkan emisi dari tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 80 persen, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO2 setiap tahun," kata Pandu, Rabu (26/8/2026).

Mulai Beroperasi Pertengahan 2028

Pandu menjelaskan, PSEL Kota Bekasi ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.

Fasilitas ini nantinya mampu mengelola hingga 1.500 ton sampah per hari untuk diubah menjadi energi bersih berupa listrik.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025, listrik yang dihasilkan PSEL nantinya akan dibeli dan disalurkan kepada PLN.

Baca juga: PSEL Bantargebang Bekasi Diresmikan, Mulai Beroperasi 2028

Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) akan dilakukan antara PLN dengan setiap Badan Usaha Pelaksana (BUPP) PSEL dengan harga pembelian sebesar 0,20 dolar AS per kWh untuk seluruh kapasitas.

Gunakan Teknologi Moving Grate Incinerator

Proyek PSEL Kota Bekasi dikelola PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) dengan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS).

Pandu menyebut teknologi tersebut dipilih karena telah disesuaikan dengan karakteristik sampah di Indonesia dan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu cepat.

"Teknologi dirancang dengan standar kepatuhan ramah lingkungan European Union Industrial Emissions Directive (EU IED), acuan standar lingkungan paling ketat di dunia. PSEL Bekasi akan bersinergi dengan teknologi pengelolaan sampah Pirolisis di mana sampah yang telah menumpuk dapat diolah menjadi energi terbarukan berupa bahan bakar minyak," tuturnya.

Peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi merupakan yang kedua setelah PSEL Denpasar Raya, Bali, pada Juli 2026.

Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Danantara Indonesia menjalankan mandat pengelolaan sampah perkotaan menggunakan teknologi ramah lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

Diharapkan Buka 1.000 Lapangan Kerja

Menurut Pandu, Kota Bekasi memiliki peran penting dalam sistem pengelolaan sampah di kawasan Jabodetabek yang memiliki kepadatan penduduk tinggi.

Kondisi TPA di Kota Bekasi yang telah melampaui kapasitas membuat dibutuhkan alternatif pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Selain itu, Kota Bekasi dinilai memiliki kesiapan lahan dan komitmen volume pasokan sampah yang memadai untuk mendukung operasional PSEL.

"Peresmian pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di Kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar," ucapnya.

Pandu berharap kehadiran PSEL mampu menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga.

"Langkah ini membuktikan bahwa sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Pemda), Danantara Indonesia, dan beragam pemangku kepentingan dapat menghadirkan solusi konkret bagi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia," harapnya.

Zulkifli Hasan Sebut PSEL Solusi Pengelolaan Sampah

Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, optimistis kolaborasi yang terjalin dapat mempercepat penanganan timbunan sampah di berbagai daerah.

Menurutnya, PSEL menjadi salah satu solusi nyata dalam menangani persoalan sampah di Indonesia.

"Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah dapat ditangani lebih cepat. Semoga melalui upaya bersama, kami dapat menghadirkan solusi nyata bagi pengelolaan sampah di Indonesia," kata Zulkifli, Rabu (26/8/2026).

Peresmian PSEL Kota Bekasi turut dihadiri KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Direktur Utama PT PLN Persero Darmawan Prasodjo, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, serta Pandu Sjahrir.

Keterlibatan PT Denera dan PT DIM

PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) merupakan perusahaan yang berfokus pada pengembangan infrastruktur PSEL dan didirikan di bawah naungan PT Danantara Investment Management (DIM).

Denera bertugas mengimplementasikan pengembangan PSEL sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

Perusahaan tersebut juga berperan mengoordinasikan dan mengakselerasi pengembangan proyek PSEL di Indonesia dengan mengintegrasikan tata kelola investasi, mitra teknologi, dan pelaksana proyek dalam ekosistem terintegrasi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.