Pesan Menjaga Alam, Metri Bumi Sumber Gedong Berikan Kebaikan bagi Petani Trenggalek
Rendy Nicko August 26, 2026 04:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Upacara adat Metri Bumi kembali dilanjutkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam rangkaian Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek.

Kali ini, Metri Bumi dilaksanakan di sumber air Sumber Gedong, Kompleks Makam Punden Sari, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan pesan penting mengenai keharmonisan manusia dengan alam, terutama dalam menjaga kelestarian sumber air.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengatakan kelestarian alam di sekitar Sumber Gedong memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga: 226 Lansia dari 26 Kecamatan di Kediri Adu Bakat, Ada yang Usia 80 Tahun

Hal itu terlihat dari kondisi persawahan warga yang masih dapat ditanami padi meskipun Kabupaten Trenggalek tengah menghadapi musim kemarau.

Debit air dari mata air Sumber Gedong masih mengalir deras sehingga mampu mengairi sawah masyarakat.

Menurut Mas Ipin, sapaan akrab bupati muda ini bahwa kondisi tersebut tidak terlepas dari kelestarian alam di sekitar sumber air yang masih terjaga.

Pohon-pohon besar yang telah berusia ratusan tahun masih tumbuh lestari di kawasan tersebut.

"Ini pesan, selama kita masih bisa melestarikan seperti ini, alam dengan izin Tuhan bisa memberikan kebaikan untuk kita. Baik itu berupa panen atau yang lain-lain," terang Mas Ipin saat melaksanakan upacara adat Metri Bumi di lokasi tersebut.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu esensi dari pelaksanaan Metri Bumi yang digagas Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk hidup berdampingan dengan alam dengan cara menjaga kelestariannya.

Mas Ipin menegaskan, mendatangi dan menjaga sumber air dalam kegiatan Metri Bumi bukan berarti melakukan kegiatan yang menyimpang dari kaidah agama.

Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi bentuk upaya untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga alam dan sumber air.

Bupati yang hobi bermain sepakbola ini mengaku pelaksanaan Metri Bumi juga menyelimuti sejumlah pohon besar di sekitar sumber air dengan kain batik.

Hal itu dilakukan sebagai simbol sekaligus pengingat agar masyarakat ikut menjaga keberadaan pohon-pohon tersebut.

"Sebab adanya pohon-pohon besar memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air di sumber mata air," bebernya.

Selain menjaga vegetasi yang telah ada, Mas Ipin juga menambah vegetasi di sekitar sumber air dengan menanam pohon beringin.

"Ini rangkaian dari kegiatan Hari Jadi, sama dengan yang sebelumnya. Tapi kali ini kita di Desa Gandusari, ada di Punden Sari dan sumbernya Sumber Gedong," imbuhnya.

Ia mengatakan, kawasan Sumber Gedong masih memiliki banyak pohon yang berusia ratusan tahun.

Keberadaan pohon-pohon tersebut turut mendukung ketersediaan air sehingga masyarakat masih dapat menanam padi meskipun musim kemarau.

"Di sini banyak pohon-pohon yang usianya ratusan tahun. Makanya kalau kita tadi lihat, begitu masuk masih ada sawah-sawah yang meskipun musim kemarau sawahnya masih ditanam padi, karena memang sumbernya masih bagus," tutupnya.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.