Babysitter di Buleleng Kejar Mobil Patroli Polisi, Sempat Diamankan namun Melarikan Diri
Ida Ayu Suryantini Putri August 26, 2026 05:03 PM

 

 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Seorang perempuan berinisial MM diamankan Tim Lagas Satgaslinmas Satpol PP Buleleng bersama kepolisian dan Dinas Sosial P3A Buleleng setelah sempat mengejar kendaraan di jalan raya.

Perempuan tersebut selanjutnya dibawa ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.

Saat itu, MM yang tengah menunggu jemputan travel di kawasan Gempol tampak tidak tenang.

Baca juga: Warga Buleleng Bali Kaget Tercatat Desil 6-10, Takut Bantuan Dicabut: Saya Cuma Buruh Harian

Ia bahkan sempat mengejar kendaraan yang melintas di jalan raya, termasuk mobil patroli polisi yang kebetulan melintas di lokasi.

Kepala Satpol PP Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, mengatakan penanganan terhadap MM dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai seorang perempuan yang mengalami perubahan perilaku dan membutuhkan penanganan.

Diungkapkan dia, MM merupakan babysitter yang disalurkan melalui sebuah yayasan jasa penyalur tenaga kerja rumahan di Surabaya.

Ia kemudian bekerja di salah satu rumah di kawasan perumahan LC, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, selama sekitar empat bulan. 

"Menurut keterangan majikannya, selama empat bulan kondisi dan interaksi MM berjalan normal. Namun sejak tiga hingga empat hari belakangan timbul perubahan perilaku yang signifikan," ujarnya dikonfirmasi Rabu (26/8/2026). 

Baca juga: Hari Kelima Bulfest, Bupati dan Wabup Buleleng Bali Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat

Pihak majikan sempat mengajak diskusi MM mengenai perubahan perilakunya.

Namun perempuan 31 tahun itu mengaku ingin segera pulang, karena merasa diganggu oleh sosok hitam tinggi yang disebutnya muncul dalam penglihatannya.

Perilakunya kemudian semakin tidak terkendali, seperti berlari ketakutan ke dalam kamar, menunjukkan tatapan kosong, hingga menghampiri majikan karena merasa dipanggil meski tidak ada yang memanggil.

Melihat kondisi tersebut, majikan kemudian memutuskan memulangkan MM ke daerah asalnya di Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Majikan memesankan armada travel dan mengantarnya ke titik penjemputan di kawasan Gempol sekitar pukul 13.00.

Namun, saat menunggu kedatangan travel, kondisi MM semakin tidak tenang. Ia bahkan sempat mengejar kendaraan yang melintas di jalan raya.

Ketika sebuah mobil patroli kepolisian melintas, MM juga mengejarnya hingga diarahkan ke kawasan ruko.

Di lokasi tersebut, MM terus menempel kepada petugas kepolisian dan tidak mau melepaskan diri.

"Yang bersangkutan kemudian dibawa ke Polsek Kota (Singaraja) untuk menjaga keamanan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sambil menunggu kedatangan mobil travel," katanya.

Saat armada travel tiba sekitar pukul 17.00 Wita, MM justru kembali meminta untuk pergi ke kawasan Gereja Santo Paulus.

Ia kemudian melarikan diri dengan berjalan kaki seorang diri.

"Pihak majikan selanjutnya meminta pengelola travel berkoordinasi dengan yayasan yang menyalurkan MM sebagai babysitter. Sementara majikannya bergerak ke kawasan Santo Paulus untuk memantau keberadaan MM," ucapnya.  

Tim Lagas Satgaslinmas Satpol PP Buleleng kemudian berkolaborasi dengan kepolisian dan Dinas Sosial P3A Buleleng untuk menangani MM.

Dengan mengedepankan pendekatan humanis, petugas mengamankan MM dan membawanya ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Dalam proses penanganan, MM sempat melakukan perlawanan saat akan diberikan obat penenang. Petugas kemudian memberikan pendampingan pengamanan selama proses pelayanan kesehatan berlangsung," imbuhnya. 

Kappa mengatakan penanganan tersebut dilakukan dengan melibatkan lintas instansi agar MM dapat memperoleh pelayanan yang sesuai dengan kondisinya.

Dinas Sosial P3A Buleleng turut dilibatkan sebagai fasilitator dalam pelayanan sosial dan pemulihan kondisi psikologis. (*)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.