Raja Juli Ungkap Alasan Tak Dampingi Prabowo Saat Tinjau Karhutla
Joanita Ary August 26, 2026 05:35 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan komunikasinya dengan Presiden Prabowo Subianto tetap berjalan baik, meski dirinya tidak mendampingi Presiden saat meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Raja Juli mengatakan, ketidakhadirannya dalam kunjungan tersebut bukan berarti dirinya tidak terlibat dalam penanganan karhutla.

Ia justru menyebut keberadaannya di Jambi dan sejumlah wilayah di Kalimantan untuk memantau langsung penanganan kebakaran merupakan bagian dari tugas yang diberikan Presiden.

"Saya berkomunikasi baik dengan Presiden," kata Raja Juli saat menanggapi pertanyaan mengenai ketidakhadirannya mendampingi Prabowo dalam peninjauan karhutla.

Menurut Raja Juli, dirinya tetap menjalankan koordinasi dengan Presiden meski berada di lokasi yang berbeda.

Ia menyebut penanganan karhutla membutuhkan pemantauan langsung di lapangan, terutama di wilayah yang masih menghadapi kebakaran.

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah memang meningkatkan perhatian terhadap ancaman karhutla yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan.

Kondisi cuaca serta potensi meluasnya titik api menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan kebakaran lahan terus dilakukan secara intensif.

Raja Juli mengatakan Kementerian Kehutanan juga tidak hanya melakukan upaya pemadaman dan pencegahan, tetapi mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas terjadinya karhutla.

Hingga saat ini, Kementerian Kehutanan telah menangani 42 perkara pidana yang berkaitan dengan karhutla. Khusus di Provinsi Jambi, terdapat tiga perusahaan yang telah diproses secara pidana.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran setelah terjadi, tetapi juga mengejar aspek penegakan hukum untuk mencegah kejadian serupa berulang.

Di Jambi, persoalan karhutla hingga kini masih menjadi perhatian. Berdasarkan data hingga 25 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar di provinsi tersebut mencapai 916,26 hektare.

Dari sejumlah lokasi yang terdampak, masih terdapat dua titik yang belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kedua lokasi tersebut berada di Pandan Sejahtera dan Lubuk Nagodong, Kabupaten Sarolangun.

Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman dan pengendalian karhutla masih terus dilakukan.

Pemerintah harus memastikan api tidak kembali meluas, terutama di kawasan yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

Selain penanganan di lapangan, proses hukum terhadap perusahaan yang diduga terlibat dalam karhutla juga menjadi bagian penting dari upaya pemerintah.

Di Jambi, tiga perusahaan telah masuk dalam proses pidana, sementara secara nasional Kementerian Kehutanan mencatat 42 perkara karhutla yang telah ditangani.

Raja Juli pun menegaskan bahwa kehadirannya di daerah-daerah yang terdampak karhutla merupakan bagian dari pelaksanaan tugasnya sebagai Menteri Kehutanan sekaligus bentuk tindak lanjut atas arahan Presiden.

Dengan demikian, absennya Raja Juli dalam agenda Prabowo meninjau karhutla tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan komunikasi antara dirinya dengan Presiden. Ia memastikan koordinasi tetap berlangsung, sementara dirinya menjalankan penugasan di lapangan.

Persoalan karhutla sendiri masih menjadi pekerjaan besar pemerintah.

Selain memastikan api segera dipadamkan, pemerintah juga dituntut memperkuat pencegahan serta penegakan hukum agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang setiap tahun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.