Kasus Kesehatan Mental Anak di RS Menur Surabaya Melonjak, Pasien Laki-laki Mendominasi
Ndaru Wijayanto August 26, 2026 06:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus kesehatan mental anak dan remaja yang ditangani RSD Prof. dr. Moeljono atau RS Menur Surabaya menunjukkan peningkatan signifikan.

Dalam empat tahun terakhir, jumlah kunjungan didominasi pasien laki-laki.

Data RSD Prof. dr. Moeljono mencatat 1.570 kunjungan kasus kesehatan mental anak dan remaja pada 2022. 

Dari jumlah tersebut, 1.126 atau 71,7 persen merupakan laki-laki dan 444 atau 28,3 persen perempuan.

Pada 2023, jumlah kunjungan meningkat menjadi 2.228. Sebanyak 1.572 atau 70,6 persen merupakan laki-laki dan 656 atau 29,4 persen perempuan.

Lonjakan tajam terjadi pada 2024 dengan 11.088 kunjungan. Sebanyak 8.568 atau 77,3 persen merupakan laki-laki dan 2.520 atau 22,7 persen perempuan.

Pada 2025, total kunjungan mencapai 11.269, terdiri dari 8.459 atau 75,1 persen laki-laki dan 2.810 atau 24,9 persen perempuan.

Angka tersebut merupakan jumlah kunjungan, bukan jumlah pasien unik. Satu anak dapat melakukan kunjungan atau kontrol lebih dari satu kali.

Baca juga: Cara Denada Kenalkan Sosok Ressa ke Aisha, Gandeng Psikolog Demi Kesehatan Mental Anak

Direktur RSD Prof. dr. Moeljono, drg. Vitria Dewi, M.Si., mengatakan peningkatan persoalan yang dihadapi anak dan remaja juga terlihat pada kasus percobaan bunuh diri, self-harm, bullying, pornografi, judi online, hingga kecanduan game online.

“Menurut kami sangat signifikan dan pertambahannya ini sebenarnya menjadikan keprihatinan buat kita semua. Apakah itu kasus percobaan bunuh diri, kasus bullying, pornografi, judi online, atau kecanduan game online. Ini semua menunjukkan pertambahan, peningkatan yang signifikan,” kata Vitria ketika di temui di Gedung Manajemen RSD Prof. dr. Moeljono, Rabu (26/8/2026).

Data RSD Prof. dr. Moeljono mencatat 27 kasus percobaan bunuh diri dan self-harm pada Mei 2026. Hingga 27 Juni 2026, tercatat 22 kasus.

Lebih dari 80 persen pasien dalam data tersebut berusia di bawah 30 tahun.

Khusus kasus pada anak di bawah 18 tahun, Vitria menyebut pada periode Mei-Juni 2026 rata-rata terdapat hampir satu kasus yang ditangani setiap hari.

“Kalau sekarang kami merata-rata di bulan Mei, Juni itu kami bisa sampai mengatakan satu hari satu. Padahal dulu itu kami hanya mendapatkan kasus itu di hari Sabtu atau Minggu, berarti satu bulan paling delapan,” ujarnya.

Menurut Vitria, peningkatan tersebut harus menjadi perhatian bersama. Rumah sakit tidak bisa hanya menjadi tempat terakhir ketika anak sudah membutuhkan pertolongan.

“Kalau rumah sakit ini menjadi tempat terakhir mereka untuk mendapatkan layanan untuk kesehatannya, tentu sebaiknya malah ada pencegahan supaya itu tidak terjadi,” katanya.

Karena itu, RS Menur mendorong terbentuknya supporting system yang melibatkan keluarga, teman sebaya, institusi pendidikan, kelompok masyarakat, hingga pemerintah daerah.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.