SRIPOKU.COM, PALI – Kematian dua kakak beradik yang masih duduk di bangku sekolah dasar akibat demam berdarah dengue (DBD) membuat warga Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, meminta pemerintah segera mengambil langkah pencegahan.
Kepada Sripoku.com Rabu (26/8/2026), Ketua RT 04 RW 01 Kelurahan Handayani Mulya, Habibi, mengatakan kedua warganya, Andika Alam Saputra (9) dan Hulya Aliya Felis (7), meninggal dunia setelah dinyatakan positif DBD.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir adanya kasus baru, terutama karena hingga kini belum ada tindakan fogging di lingkungan tempat tinggal kedua korban.
"Setelah dipastikan kakak dan adik ini meninggal dunia karena demam berdarah, sampai sekarang pihak Dinas Kesehatan maupun Puskesmas Talang Ubi belum ada upaya melakukan penyemprotan atau fogging," kata Habibi.
"Sudah melapor dan warga berharap segera difogging di wilayah Kelurahan Handayani Mulya sebelum ada korban susulan," tegasnya.
Ia meminta Dinas Kesehatan PALI segera turun ke lapangan untuk melakukan langkah pencegahan dan pemeriksaan lingkungan guna mengantisipasi penyebaran DBD.
Habibi juga berharap pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dapat ditingkatkan. Menurutnya, kondisi dua anak tersebut menjadi perhatian serius karena keduanya sempat menjalani perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia.
"Sangat disayangkan pelayanan Rumah Sakit Talang Ubi PALI. Warga justru harus memaksa agar pengobatan dirujuk ke rumah sakit di luar PALI," ujarnya.
Habibi menilai upaya pencegahan di lingkungan masyarakat juga perlu dilakukan secara cepat setelah ditemukan kasus DBD, sehingga potensi munculnya korban lain dapat ditekan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan PALI belum memberikan keterangan terkait permintaan warga mengenai fogging di Kelurahan Handayani Mulya.
Saat hendak dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan PALI belum dapat ditemui dan belum berhasil dihubungi untuk memberikan penjelasan mengenai langkah penanganan kasus tersebut.