PSEL Bekasi Mulai Dibangun, Pemkot Bekasi Siapkan 3 Hal Penting Ini
Dwi Rizki August 26, 2026 06:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BANTARGEBANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memiliki sejumlah rencana usai pelaksanaan groundbreaking pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) digelar pada Rabu (26/8/2026).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rencana itu adalah memastikan pembangunan PSEL berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Dilanjut pengawasan, serta pendampingan selama proses pembangunan berlangsung.

"Setelah groundbreaking, kami memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan. Tentu ada pengawasan, pendampingan, dan sebagainya," kata Tri saat ditemui usai Ground Breaking, Rabu (26/8/2026).

Selain itu, Tri menjelaskan Pemkot Bekasi juga perlu melakukan konsolidasi internal untuk menyiapkan sejumlah hal yang menjadi kewajiban pemerintah daerah.

Tercatat ada tiga hal yang harus dipersiapkan Pemkot Bekasi, yakni pengangkutan sampah, memastikan ketersediaan sampah, serta memastikan operasionalnya.

Baca juga: Investasi Tembus Rp3 Triliun, PSEL Bekasi Ditargetkan Olah 500.000 Ton Sampah per Tahun

"Termasuk kami harus melakukan konsolidasi ke dalam karena pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menyiapkan beberapa hal. Pertama, pengangkutnya. Kedua, memastikan sampahnya tersedia. Ketiga, memastikan operasionalnya," jelasnya.

Menurut orang nomor satu di Kota Bekasi itu, ketiga hal tersebut menjadi tanggung jawab pihaknya karena sampah yang dikumpulkan harus dapat diangkut hingga ke lokasi PSEL.

"Itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah karena sampahnya harus sampai ke titik ini," ujar Tri.

Namun, Tri menuturkan pekerjaan Pemkot Bekasi tidak berhenti pada pembangunan dan operasional PSEL.

Pemkot Bekazi juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mengolah residu yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah.

Proses pembakaran nantinya masih menghasilkan residu sekitar 30 persen.

Residu tersebut tidak akan langsung dibuang, namun akan dibawa ke pabrik untuk kembali diolah sehingga kelak memiliki nilai guna.

"Nantinya, dari proses pembakaran masih ada sekitar 30 persen residu yang kemudian akan menjadi bahan baku untuk diolah kembali. Residu tersebut akan kita bawa ke pabrik," tuturnya.

Di pabrik tersebut, Tri mengungkapkan residu hasil pembakaran dapat akan diolah menjadi beragam macam kebutuhan.

Terkhusus material yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi.

"Di pabrik itulah nantinya residu tersebut dapat dibuat menjadi berbagai macam kebutuhan, seperti batako, batu koral, bahan untuk semen, pasir, kerikil, dan lain sebagainya," pungkasnya.

PSEL Bekasi Ditargetkan Olah 500.000 Ton Sampah per Tahun

Fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota 
Bekasi diresmikan pada Rabu (26/8/2026). 

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan, PSEL yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu memiliki total investasi Rp 3 triliun.

PSEL menargetkan mampu mengolah hingga 500 ribu ton sampah per tahun atau sekira 70 persen timbunan sampah di Kota Bekasi menjadi energi hijau.

Pengoperasian fasilitas ini juga ditargetkan mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 90 persen.

"PSEL Kota Bekasi diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan listrik sekitar 55.000 rumah, menurunkan emisi dari tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 80 persen, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO2 setiap tahun," kata Pandu, Rabu (26/8/2026).

Pandu menjelaskan, PSEL Kota Bekasi ditargetkan mulai beroperasi pertengahan 2028.

Berdasarkan Peraturan Presiden atau Perpres No.109 Tahun 2025, listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli dan disalurkan ke PLN. 

Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) akan dijalin antara PLN dengan setiap BUPP seluruh PSEL dengan harga beli USD 0,20 per kWh untuk semua kapasitas.

Baca juga: Dedi Mulyadi dan Zulhas Resmikan PSEL Bekasi, Target Sulap 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik


"Target mulai beroperasi yakni pertengahan 2028, fasilitas di Kota Bekasi itu akan mengelola hingga 1.500 ton perhari sampah menjadi energi bersih berupa listrik," jelasnya.

Pandu menuturkan, proyek PSEL yang dikelola PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) akan menggunakan teknologi moving grate incinerator
dengan Air Pollution Control System (APCS), insinerator ramah lingkungan minim emisi. 

Pemilihan teknologi tersebut telah disesuaikan dengan karakteristik sampah Indonesia, dan dapat mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu cepat. 

"Teknologi dirancang dengan standar kepatuhan ramah lingkungan European Union Industrial Emissions Directive (EU IED), acuan standar lingkungan paling ketat di dunia. PSEL Bekasi akan bersinergi dengan teknologi pengelolaan sampah Pirolisis di mana 
sampah yang telah menumpuk dapat diolah menjadi energi terbarukan berupa bahan bakar minyak," tuturnya.

Pandu menyampaikan, peresmian pembangunan PSEL di Kota Bekasi adalah yang kedua setelah Denpasar Raya, Bali pada bulan Juli 2026 lalu.

PSEL merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia dalam menjalankan mandat pengelolaan sampah perkotaan melalui teknologi ramah lingkungan.

Sebagaimana hal itu juga diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2025.

Menurutnya, Kota Bekasi memiliki peran penting dalam sistem pengelolaan sampah kawasan Jabodetabek yang berpenduduk padat. 

Berdasarkan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Bekasi yang telah melampaui kapasitas, kemudian dibutuhkan alternatif pengelolaan sampah 
yang berkelanjutan. 

Selain itu, Kota Bekasi juga dinilainya memiliki kesiapan lahan dan komitmen volume pasokan sampah yang memadai bagi fasilitas PSEL.

"Peresmian pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar," ucapnya.

Pandu berharap dengan hadirnya PSEL di Kota Bekasi ini mampu menghasilkan 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga. 

"Langkah ini membuktikan bahwa sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Pemda), Danantara Indonesia, dan beragam pemangku kepentingan dapat menghadirkan solusi konkret bagi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia," harapnya.

Berkaitan hal itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan menegaskan optimis dengan kolaborasi yang terjalin, timbunan sampah di beragam daerah dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Sebab ia menilai PSEL adalah solusi nyata untuk pengelolaan sampah di Indonesia.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah dapat ditangani lebih cepat. Semoga melalui upaya bersama, kami dapat menghadirkan solusi nyata bagi pengelolaan sampah di Indonesia," singkat Zulkifli, Rabu (26/8/2026).

Diketahui sebelumnya, peresmian PSEL di Kota Bekasi dihadiri oleh diantaranya Zulkifli Hasan, KSAD, Jenderal Maruli Simanjuntak, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Direktur Utama PT PLN Persero, Darmawan Prasodjo.

Dilanjut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Pandu Sjahrir.

Keterlibatan PT Denera dan PT DIM

Seperti diketahui, PT Denera merupakan perusahaan yang berfokus pada pengembangan infrastruktur PSEL yang didirikan di bawah naungan PT Danantara Investment Management (DIM) mengimplementasikan pengembangan PSEL sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2025. 

Denera hadir untuk mengoordinasikan dan mengakselerasi pengembangan proyek PSEL di Indonesia, dengan mengintegrasikan tata kelola investasi, mitra teknologi, dan pelaksana proyek dalam ekosistem yang terintegrasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.