Nasib Desa Sade usai Kebakaran, Gubernur NTB: Dikembalikan Seperti Aslinya dalam Versi Lebih Baik
Endra Kurniawan August 26, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kebakaran  menghanguskan Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/7/2026).

Sebanyak 150 dan sejumlah bangunan penting di kawasan pemukiman adat hangus terbakar.

Kebakaran tersebut juga mengakibatkan sekira 300 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Desa adat ini telah diwariskan turun-temurun hingga 15 generasi.

Wisatawan asing juga sudah mulai mengunjungi Sade sejak 1983 secara organik, jadi Sade ini bukan desa yang dibentuk untuk kepentingan wisata.

Sade merupakan permukiman masyarakat Suku Sasak, suku tertua di Pulau Lombok.

Mengutip TribunLombok.com, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan desa adat tersebut akan dibangun kembali.

Pembangunan kembali ini juga memperhatikan soal keamanan.

"Arahnya kita putuskan bersama bahwa ya oke akan kita rekonstruksi dikembalikan sedekat mungkin dengan aslinya tapi dalam versi yang lebih baik," ucap Iqbal saat ditemui, Rabu (26/8/2026).

Meski dengan visual tradisional, pemerintah juga akan menyisipkan elemen modern demi keamanan supaya hal serupa tidak terjadi.

Sistem pencegahan kebakaran yang lebih efektif di area permukiman akan disematkan.

Baca juga: Didukung Danantara, BTN Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran Desa Adat Sade NTB

Fokus utama dalam desain baru ini adalah penyediaan sarana pemadaman api yang memadai.

"Dalam versi yang sudah ada hidrannya, sudah ada memikirkan apa sirkulasi udaranya, memikirkan bagaimana kalau terjadi kebakaran pemadaman bisa lebih efektif dan sebagainya," katanya.

Proses pembangunan ulang akan dimulai apabila semua pihak sudah sepakat dan hasil riset telah rampung.

"Idenya yang penting adalah mengembalikan desa ini sedekat mungkin dengan kondisi aslinya tapi dalam versi yang lebih baik," pungkasnya.

DESA SADE TERBAKAR - Desa Wisata Sade di Desa Rembitan, kecamatan Pujut, kabupaten Lombok tengah. Desa Sade memiliki karakteristik bangunan tradisionalnya yang didominasi material bambu, kayu, dan atap alang-alang kering.
DESA SADE TERBAKAR - Desa Wisata Sade di Desa Rembitan, kecamatan Pujut, kabupaten Lombok tengah. Desa Sade memiliki karakteristik bangunan tradisionalnya yang didominasi material bambu, kayu, dan atap alang-alang kering. (TribunLombok.com/Sinto)

Cerita Warga

Mengutip TribunLombok.com, tokoh masyarakat Desa Adat Sade, Ginanjar, menceritakan detik-detik kebakaran.

“Setelah saya lihat apinya, langsung saya ke sini karena ini rumah anak saya. Itu api masih mutar di sini semalam," ujarnya, Minggu (23/8/2026).

Di tengah kepungan asap, Ginanjar langsung memperingatkan warga supaya menyelamatkan diri.

Ia segera mengevakuasi semua orang keluar dari zona bahaya.

“Nah, setelah itu baru saya keluarkan (keluarga serta masyarakat), kalau harta benda tidak kepikiran. Yang penting selamat keluarga dulu,” ungkapnya.

Sayangnya, rumah yang terbuat dari kayu tersebut membuat api cepat menyebar hingga tidak sempat menyelamatkan harta benda.

Baca juga: Uang Tabungan Rp100 Juta Persiapan Kematian Milik Wanah Terbakar di Desa Sade, Tersisa Rp3 Juta

“Tidak ada yang bisa selamatkan (harta bendanya) semuanya. Semuanya habis. Karena ini kan materialnya alang-alang, syukur gak ada korban jiwanya,” lanjut Amaq Yuli, sapaan akrab Ginanjar.

Peristiwa tersebut, ujarnya, terjadi sekitar pukul 22.00 WITA dan diduga dipicu masalah kelistrikan.

“Kelihatannya api dari listrik. Karena kan kebanyakan masih masyarakat ini pakai kabel masih serabut-serabut itu,” jelasnya.

Ia mengatakan, kejadian seperti ini bukan hal yang baru lagi.

“Sudah tiga kali ini kejadian. Tapi Alhamdulillah (yang dulu) bisa diredamkan, sekarang ini yang paling parah,” tuturnya.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.