TRIBUNNEWS.COM - Menjelang aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026), posko Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mulai didatangi sejumlah warga yang memberikan dukungan.
Salah satunya kreator konten Betawi, Katababa, yang mendatangi posko massa AMPB di depan Gedung DPR/MPR RI, Rabu (26/8/2026).
Kedatangannya untuk menemui Koordinator AMPB Supriyono alias Botok dan menyampaikan dukungan terhadap warga Pati yang akan mengikuti aksi.
Dalam pertemuan tersebut, Katababa memberikan kaos bertuliskan "Sunda, Betawi, Jawa: Berbeda di Bumi Pertiwi tapi tetap satu jiwa" kepada Botok.
Kaos tersebut menampilkan simbol budaya dari tiga daerah, yakni wayang Jawa, ondel-ondel Betawi, dan Cepot dari budaya Sunda.
Menurut Katababa, kaos itu menjadi simbol persatuan di tengah perbedaan latar belakang masyarakat.
Ia juga menyampaikan sejumlah pesan melalui pantun yang berisi kritik terhadap pemerintah.
"Mau kasih pesan begini aja, ada tanah terhisap tanah, lautnya subur banyak lah ikan, pemerintah harus banyak berbenah jangan kabur saat rakyat membutuhkan," kata Katababa dikutip dari Instagramnya pada Rabu (26/8/2026).
Setelah memberikan kaos, Katababa kembali menyampaikan pantun.
"Duduk di bangku malam-malam, sambil bergaya pakai celana, indahnya negeriku kaya akan alam, tapi hasilnya entah ke mana," ujarnya.
Botok mengapresiasi kedatangan Katababa ke posko AMPB.
"Saya mewakili teman-teman dari AMPB mengucapkan terima kasih atas dukungan, support kawan-kawan Sunda, Betawi, Jawa," kata Botok.
Baca juga: Roy Suryo Respons Aksi 27 Agustus di Jakarta: Demo RUU Perampasan Aset Kok yang Ikut Dari Luar Kota
Sebelum mendatangi posko AMPB, Katababa telah menyampaikan pandangannya mengenai rencana aksi 27 Agustus melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam video yang diunggahnya, Katababa menyatakan dukungan terhadap warga Pati yang telah datang ke Jakarta. Ia juga menyampaikan keinginannya bertemu dengan Botok untuk menyerahkan kaos yang telah disiapkan.
"Jadi gue ada oleh-oleh buat Mas Botok. Ini kaos Sunda Betawi Jawa. Berbeda di bumi Pertiwi. Tetap satu jiwa. Logonya ada wayang Jawa, Ondel-ondel sama Cepot," ujar Katababa.
Ia mengatakan pesan yang ingin disampaikan melalui kaos tersebut berkaitan dengan persatuan dan kebhinekaan. Katababa juga menyampaikan kritik terhadap kondisi masyarakat yang menurutnya masih kerap dipengaruhi perbedaan suku.
Dalam pernyataannya, ia turut menyerukan agar koruptor menjadi perhatian bersama dan RUU Perampasan Aset segera disahkan.
Katababa juga mengingatkan agar aksi 27 Agustus tidak disusupi pihak-pihak yang memiliki kepentingan berbeda sehingga berpotensi menimbulkan konflik.
Terkait adanya rencana aksi dari kelompok lain pada hari yang sama, ia berharap perbedaan kelompok tidak berujung benturan di lapangan.
Katababa juga meminta para pemangku kekuasaan menemui masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi.
"Tidak ada apa-apain. Kita tentunya aksi damai. Jangan ada provokator dan lain sebagainya. Kita sesama anak bangsa," ujarnya.
Pada Rabu (26/8/2026) siang, massa AMPB mulai berkumpul di trotoar sisi kiri gerbang Gedung DPR RI. Sejumlah bantuan logistik juga berdatangan ke posko atau titik kumpul massa.
Bantuan tersebut antara lain berupa air mineral, roti, dan kue.
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) juga terlihat berada di sekitar lokasi. Sebagian membantu mengangkut bantuan logistik yang datang ke posko AMPB.
Salah satu pengemudi ojol, Yadi, mengatakan dirinya menyempatkan diri datang ke lokasi di sela aktivitas mencari pesanan.
"Enggak, sebetulnya ngebid dulu, cuman sekalian lewat ya kita partisipasilah sebagai rakyat, gitu aja," ujar Yadi saat ditemui di lokasi.
Pengemudi asal Tambora, Jakarta Barat, itu mengatakan dirinya memilih membantu tenaga karena tidak memiliki kemampuan untuk memberikan bantuan materi.
"Mungkin kita gabisa bantu secara materi. Tapi kita siap bantu secara fisik buat teman-teman masyarakat Pati," ujarnya.
Yadi juga mengatakan dirinya bersama sejumlah rekan sesama pengemudi ojol berencana ikut mengawal aksi pada Kamis (27/8/2026).
Ia mengetahui tuntutan yang akan dibawa AMPB, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.
"Tuntutan itu soal pengesahan UU Perampasan Aset dan hukum mati koruptor," kata dia.
Menurut Yadi, isu tersebut berkaitan dengan kepentingan masyarakat secara luas.
"Jadi ya emang penting juga isunya buat seluruh rakyat Indonesia," kata Yadi.
Baca juga: Soal Rencana Demo 27 Agustus, Boni Hargens: Tetap Aman Namun Waspadai Angsa Hitam
Dukungan berupa bantuan logistik juga diberikan warga Jakarta bernama Bana. Ia menyerahkan bantuan menggunakan uang pribadinya pada Rabu (26/8/2026), sehari sebelum aksi.
"Logistik ini saya berikan dari pribadi, enggak ada bantuan dari siapapun," kata Bana.
Bana mengatakan keputusan tersebut didasari keprihatinan terhadap kondisi negara serta keinginannya membantu warga Pati yang akan mengikuti aksi.
"Alasannya bentuk prihatin sama negara dan respek sama teman-teman Pati dan membantu aksi mereka," ujarnya.
Ia mengatakan bantuan tersebut diberikan secara sukarela dan tidak mengganggu kebutuhan pribadinya.
"Untuk aksi ini sebagai pribadi saya tidak sama sekali mengganggu, karena ini bentuk perlawanan dan mendukung aksi ini," tutur Bana.
Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).
Masing-masing kelompok dijadwalkan membawa tuntutan yang berbeda. AMPB menyatakan akan menyampaikan tuntutan terkait pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Polda Metro Jaya telah menyiapkan pola pengamanan untuk mengantisipasi jalannya aksi. Pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI juga dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.