Badan Gizi Nasional Tegaskan Guru Bukan Satu-satunya Pihak Mencicipi Menu MBG
Immanuel Christian August 26, 2026 07:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan guru bukan satu-satunya pihak yang mencicipi makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan petugas dapur dan pengawas gizi mencicipi makanan sebelum menu MBG dibagikan kepada siswa. BGN juga menempatkan penanggung jawab (PIC) sekolah untuk melakukan pengecekan terakhir sebelum makanan dikonsumsi.

“Bukan kok yang nyicipi itu hanya guru saja, tidak. Dari barang itu sudah matang dicicipi, disisihkan,” kata Sudaryono dalam rapat Perbaikan Tata Kelola Program MBG di Kantor Kementerian Koordinator Pangan, Rabu (26/8/2026).

Sudaryono menjelaskan kepala dapur, pengawas gizi, asisten lapangan, dan PIC sekolah melakukan pengecekan makanan secara bertahap. PIC sekolah juga menerima insentif untuk menjalankan tugas tersebut.

Menurut Sudaryono, guru mendapatkan menu yang sama dengan siswa karena guru ikut makan bersama siswa dalam kegiatan edukasi gizi. Guru juga menjelaskan manfaat protein, karbohidrat, dan sayuran kepada siswa dalam kegiatan tersebut.

Sudaryono menyebut pengecekan terakhir menggunakan pemeriksaan organoleptik untuk memastikan makanan tidak memiliki bau atau kondisi yang mencurigakan sebelum dikonsumsi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan tidak semua guru terlibat dalam proses tersebut. Zulkifli menjelaskan hanya sebagian guru yang menjalankan tugas tertentu sesuai kebutuhan sekolah.

“Memang tidak mungkin semua guru terlibat. Ada guru yang piket, ada yang tidak terlibat,” ujar Zulkifli.

 

Perubahan Tata Kelola SPPG

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Zulkifli juga menyoroti perubahan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah manajemen BGN mengalami perubahan. Ia mengatakan kepala SPPG kini wajib berada di dapur selama jam operasional.

Zulkifli menjelaskan jam kerja SPPG dimulai sekitar pukul 02.00 hingga 08.00 karena proses memasak dan persiapan makanan berlangsung sejak dini hari. BGN juga melakukan pengecekan kehadiran kepala SPPG melalui Zoom.

“Jam 2 pagi sampai jam 8 harus ada di tempat kepalanya,” kata Zulkifli.

Zulkifli mengatakan pengawasan tersebut bertujuan mencegah kesalahan dalam pengelolaan makanan yang dapat menyebabkan keracunan. Ia menegaskan keselamatan siswa menjadi alasan utama penguatan tata kelola MBG.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.