TRIBUNJOGJA.COM - Melihat satwa liar yang terancam oleh kebakaran hutan seringkali memicu empati kita untuk segera bertindak. Namun, berbeda dengan hewan peliharaan, proses evakuasi satwa liar saat bencana ini memerlukan pemahaman ekologis yang tepat.
Sebab, intervensi dan evakuasi mandiri oleh manusia seringkali bukanlah langkah utama yang direkomendasikan.
Berdasarkan kurasi dari berbagai lembaga konservasi dan lingkungan, berikut adalah panduan tindakan saat satwa liar terdampak kebakaran hutan:
1. Percayai Insting Evakuasi Alami Satwa
Hewan liar pada dasarnya telah berevolusi dan memiliki mekanisme bertahan hidup sendiri saat menghadapi kebakaran hutan.
Dikutip dari Ask A Biologist, sebuah platform edukasi sains di bawah naungan Arizona State University (ASU), hewan memiliki berbagai cara alami untuk menghindari api.
Burung dapat dengan mudah terbang menjauh, mamalia besar seperti rusa akan berlari mencari area perairan, sedangkan hewan kecil bersembunyi di liang bawah tanah yang dalam.
Dilansir dari College of Natural Resources di NC State University, sebuah lembaga penelitian akademik dan lingkungan, bumi telah mengalami siklus kebakaran selama ribuan tahun, sehingga hewan memiliki adaptasi bawaan untuk mencari tempat berlindung saat bencana terjadi.
Baca juga: Mengenal Teknologi Hujan Buatan untuk Atasi Kekeringan dan Kebakaran Lahan
2. Beri Ruang Saat Satwa Melarikan Diri
Saat api meluas, hewan-hewan akan mencari rute pelarian darurat yang tak jarang mengarah ke tempat tinggal manusia.
Dikutip dari National Forest Foundation (NFF), sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada konservasi hutan di Amerika Serikat, migrasi menghindari api ini dapat menyebabkan hewan liar mengembara ke daerah padat penduduk yang biasanya mereka hindari.
Bantuan evakuasi terbaik dari manusia di tahap ini adalah tidak menghalangi jalur mereka. Biarkan satwa melintas dengan aman, kurangi kecepatan kendaraan jika Anda sedang mengemudi, dan pastikan hewan peliharaan Anda berada di dalam rumah agar tidak menyerang satwa liar yang sedang kelelahan mencari perlindungan.
3. Hubungi Ahli untuk Penyelamatan Langsung
Saat skala kebakaran besar, tidak semua satwa berhasil menyelamatkan diri dari kepungan asap dan api.
Dilansir dari International Fund for Animal Welfare (IFAW), sebuah organisasi kesejahteraan hewan skala global, kehidupan satwa liar menghadapi risiko yang sangat besar seiring dengan semakin kuatnya intensitas kebakaran di seluruh dunia.
Jika Tribunners menemukan satwa liar yang terluka, lemas menghirup asap, atau terjebak, jangan mencoba menangkap atau mengevakuasinya secara mandiri.
Segera hubungi lembaga penyelamat satwa profesional di daerah Anda agar evakuasi dilakukan dengan aman dan tidak membahayakan kedua belah pihak.
Baca juga: Waspada, Daftar Insiden Kebakaran saat Kemarau di Sleman Makin Panjang
4. Biarkan Siklus Pemulihan Alam Bekerja
Dikutip dari publikasi U.S. Fish and Wildlife Service (USFWS), sebuah lembaga pemerintah federal Amerika Serikat yang mengelola satwa liar dan habitatnya, dampak kebakaran hutan memiliki hubungan erat dengan pembaruan ekosistem.
Oleh karena itu, relokasi atau evakuasi hewan liar ke habitat yang sama sekali baru oleh warga sipil tidak direkomendasikan.
Area hutan yang terbakar biasanya akan ditumbuhi vegetasi baru dalam hitungan minggu atau bulan. Habitat baru inilah yang nantinya akan kembali mengundang hewan-hewan tersebut untuk pulang secara alami.
(MG Fuza NIhayatul Chusna)