TRIBUNMANADO.CO.ID - BOLMONG - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi ancaman di beberapa daerah.
Tak terkecuali bagi Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong merilis jumlah Karhutlah yang terjadi hanya dalam kurun waktu Juli hingga Agustus 2026.
Totalnya titik karhutla tidak main-main, hanya dengan jangka waktu 2 bulan, Karhutla di Kabupaten Bolmong mencapai 69 kasus.
Hal ini dibenarkan kepala pelaksana BPBD Bolmong Chandra Mokoginta.
"Juli hingga Agustus ada 69 kasus dengan luasan lahan yang terbakar 110,4 Ha," ucapnya Rabu (26/08/2026) saat dihubungi via WhatsApp ole tim Tribun Manado.
Chandra menyebut total ini merupakan yang terbanyak hanya dalam kurun 2 bulan di Kabupaten Bolmong.
"Ini paling banyak, faktor utamanya yakni kemarau," jelasnya.
Namun, Chandra juga sangat menyayangkan bahwa meski faktor utamanya adalah kemarau dan membuat rumput kering, faktor lainnya adalah manusia sendiri.
"Dari beberapa lokasi karhutla, kebanyakan api berasal dari pembukaan lahan oleh masyarakat dengan cara dibakar," jelasnya.
Setelah oknum masyarakat melakukan pembakaran dan angin kencang mereka sudah tak mampu lagi mengendalikan api sehingga merekapun hanya tinggal pasrah dan menghubungi unit pemadam kebakaran.
"Sengaja dibakar agar lahan terbuka namun saat api menyala kondisinya sudah tidak bisa ditangani oleh oknum masyarakat tersebut," jelasnya.
Atas data ini, Chandra menghimbau masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara di bakar, apalagi disaat musim kemarau seperti ini. (pin)
Baca juga: 1 Rumah di Ikhwan Bolmong Ludes Dilahap Api, Warga Keluhkan Damkar Datang Terlambat