Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Grebeg Maulud menjadi momen perdana Pakubuwono XIV Hangabehi duduk di singgasana Raja Sasana Parasdya, Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026).
Sinuhun Hangabehi duduk di Sasana Parasdya bersama para Sentono Dalem yang mengenakan busana Kampuh Sikep Ageng di sisi kanan dan kiri.
Ia duduk sesaat sebelum Grebeg Maulud dimulai.
Sinuhun Hangabehi menerima laporan dari abdi dalem Bupati Estri untuk melanjutkan rangkaian acara.
Setelah menerima laporan, Sinuhun Hangabehi beranjak menuju Bangsal Maligi untuk menyaksikan pemberangkatan dua pasang gunungan Grebeg Maulud.
Iring-iringan prajurit berangkat dengan diikuti Gamelan Guntur Sari.
Dua pasang gunungan kemudian mengikuti di belakangnya, bersama pendherek, panyutra, hingga rombongan Sentana Dalem.
Setibanya dua pasang gunungan di Masjid Agung Keraton Solo, warga langsung mengikuti rayahan.
Ratusan warga berebut Gunungan Jaler dan Gunungan Estri di depan masjid.
Setelah rayahan selesai, iring-iringan yang membawa bekas gunungan kembali menuju Keraton Kasunanan Surakarta.
Baca juga: Dua Kubu Keraton Solo Gelar Grebeg Maulud, Diwarnai Dugaan Sabotase hingga Adu Mulut
Sesampainya di Kori Kamandungan, panyutra melakukan atraksi tari di hadapan Sinuhun Hangabehi.
Setelah itu, ia menyebar udik-udik kepada warga.
Salah satu warga, Marlina, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam rebutan udik-udik tersebut.
Ia mendapatkan beberapa lembar uang.
Warga asal DI Yogyakarta itu sengaja berwisata ke Keraton Kasunanan Surakarta untuk mendalami tradisi yang masih berlangsung di dalam keraton.
“Pengen tahu aja tradisi di Solo. Baru kali ini. Dari Jogja. Ya (berwisata di sini),” jelasnya.
Marlina berharap Keraton Kasunanan Surakarta semakin maju dengan tetap mempertahankan berbagai tradisi yang ada.
“Semoga Keraton Solo semakin maju sukses. Damai tentram,” ungkapnya.
(*)