Grebeg Maulud Jadi Momen Perdana PB XIV Hangabehi Duduk di Singgasana Parasdya Keraton Solo
Putradi Pamungkas August 26, 2026 07:30 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Grebeg Maulud menjadi momen perdana Pakubuwono XIV Hangabehi duduk di singgasana Raja Sasana Parasdya, Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026).

Sinuhun Hangabehi duduk di Sasana Parasdya bersama para Sentono Dalem yang mengenakan busana Kampuh Sikep Ageng di sisi kanan dan kiri.

Ia duduk sesaat sebelum Grebeg Maulud dimulai.

Sinuhun Hangabehi menerima laporan dari abdi dalem Bupati Estri untuk melanjutkan rangkaian acara.

Pakubuwono XIV Saksikan Pemberangkatan Gunungan

Setelah menerima laporan, Sinuhun Hangabehi beranjak menuju Bangsal Maligi untuk menyaksikan pemberangkatan dua pasang gunungan Grebeg Maulud.

Iring-iringan prajurit berangkat dengan diikuti Gamelan Guntur Sari.

Dua pasang gunungan kemudian mengikuti di belakangnya, bersama pendherek, panyutra, hingga rombongan Sentana Dalem.

Setibanya dua pasang gunungan di Masjid Agung Keraton Solo, warga langsung mengikuti rayahan.

Ratusan warga berebut Gunungan Jaler dan Gunungan Estri di depan masjid.

Setelah rayahan selesai, iring-iringan yang membawa bekas gunungan kembali menuju Keraton Kasunanan Surakarta.

GREBEG MAULUD - Suasana Grebeg Maulud Keraton Solo, Rabu (26/8/2026). Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Hangabehi GKR Koes Moertiyah Wandansari atau yang akrab disapa Gusti Moeng heran dengan adanya tuduhan dirinya mencuri gamelan. Padahal, gamelan yang diperkarakan pada Grebeg Maulud ada dan ikut ditabu
GREBEG MAULUD - Suasana Grebeg Maulud Keraton Solo, Rabu (26/8/2026). Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Hangabehi GKR Koes Moertiyah Wandansari atau yang akrab disapa Gusti Moeng heran dengan adanya tuduhan dirinya mencuri gamelan. Padahal, gamelan yang diperkarakan pada Grebeg Maulud ada dan ikut ditabu (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Baca juga: Dua Kubu Keraton Solo Gelar Grebeg Maulud, Diwarnai Dugaan Sabotase hingga Adu Mulut

Warga Jogja Ikut Rebutan Udik-Udik

Sesampainya di Kori Kamandungan, panyutra melakukan atraksi tari di hadapan Sinuhun Hangabehi.

Setelah itu, ia menyebar udik-udik kepada warga.

Salah satu warga, Marlina, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam rebutan udik-udik tersebut.

Ia mendapatkan beberapa lembar uang.

Warga asal DI Yogyakarta itu sengaja berwisata ke Keraton Kasunanan Surakarta untuk mendalami tradisi yang masih berlangsung di dalam keraton.

“Pengen tahu aja tradisi di Solo. Baru kali ini. Dari Jogja. Ya (berwisata di sini),” jelasnya.

Marlina berharap Keraton Kasunanan Surakarta semakin maju dengan tetap mempertahankan berbagai tradisi yang ada.

“Semoga Keraton Solo semakin maju sukses. Damai tentram,” ungkapnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.