Anggota DPRD Sampai Bersumpah, Bantah Tudingan Peras Pengusaha Rp20 Juta
Noval Andriansyah August 26, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Asahan - Anggota DPRD Asahan yang disebut-sebut terlibat dugaan pemerasan akhirnya angkat bicara dan memberikan bantahan telak.

Baca juga: OTT di Raman Utara, Pria Ini Ditangkap Saat Terima Uang Diduga Hasil Pemerasan Ketua P3A

Oknum legislator berinisial R itu menepis segala tudingan permintaan uang kepada pengusaha sebesar Rp20 juta, serta menegaskan bahwa pengakuan pihak korban sama sekali tidak benar dan berpotensi mencemarkan nama baiknya.

"Tidak ada, tidak benar. Ku sumpahkan tidak ada itu tidak ada kami jumpa itu," kata oknum DPRD Asahan, berinisial R itu, dilansir Tribun-Medan.com.

Ia menyangkal semua pengakuan dari pengusaha dan mengaku hal tersebut bisa menjadi pencemaran nama baik.

"Apa yang mau diberikan keterangan, kalau itu semua tidak ada," jawabnya singkat.

Dugaan Pemerasan

Di sisi lain, kasus ini bermula ketika seorang pengusaha berinisial A di Kecamatan Air Batu mengaku menjadi korban pemerasan oleh oknum anggota DPRD Asahan.

Oknum tersebut diduga meminta uang dengan modus ancaman agar tempat usaha milik korban tidak disidak dan dimonitoring.

Adapun oknum DPRD itu awalnya diduga meminta uang sebesar Rp20 juta kepada pengusaha berinisial A tersebut.

Dari rekaman yang diterima tribun-medan.com, oknum DPRD tersebut meminta uang Rp20 juta dan terjadi negosiasi menjadi Rp15 juta melalui jaringan telepon kepada seorang pegawai perusahaan korban.

"Bang, aku udah minta-minta tolong sama orang itu, 15 yang baru oke bang. Karenakan permintaan orang itukan yang lipat itu, udah ku sampaikan ke Abang, jadi agak berjaraklah yakan, belum ku bilanglah sama orang itu yang Abang bilangkan 12 itu," kata Oknum DPRD tersebut melalui jaringan telepon.

"Jadi gini, kalau kalian betul-betul enggak, biar aku sampaikan. Karena mau bawa ini juga bang, bawa wartawan juga, makanya makin dalam nanti. Kalau memang oke, biar ku sampaikan ke orang itu malam ini," lanjutnya dalam rekaman tersebut.

Oknum DPRD tersebut mengarahkan pegawai perusahaan agar menyampaikan permintaannya kepada sang bos untuk segera mengambil tindakan, dengan dalih uang tersebut akan dibagi-bagikan kepada 11 orang anggota DPRD lainnya termasuk unsur pimpinan.

"Makanya ini, tadi aku telfon. Terutama J karena dia yang meneken. Sampai ku telusuri, karena ini kamikan 11 orang, itu disama rata. Yang pimpinan, bedalah itu yakan. Kalau kita tipis pula, yang ku takutkan nanti, tertutupi sebagian, yang lain lagi yang main. Paham maksud akukan bang," ujarnya.

Merasa tidak memiliki kuasa mengambil keputusan, pegawai perusahaan tersebut mengaku akan menyampaikan permintaan itu ke atasannya.

Percakapan sempat terhenti, sebelum akhirnya oknum DPRD tersebut kembali menghubungi dan menyebut akan ada keterlibatan wartawan serta dinas terkait jika tidak ditanggapi.

"Itu ada ku kirim foto itu, baru ku telfon lagi orang itu semua. Yaudah tengoklah itu, ku screenshot itu baru ku telfon dua menit. Rupanya ada juga nanti keterlibatan selain wartawan, dinas mau di ajak. Ga kemana nanti makan lagi, apa lagi," katanya.

Sementara itu, pemilik usaha berinisial A menegaskan bahwa permintaan tersebut benar adanya dan mengaku telah memegang seluruh bukti rekaman percakapan dari oknum DPRD Asahan itu.

Selain via telepon, A juga menyebut oknum tersebut sempat mengajak pegawainya bertemu langsung di Kota Kisaran untuk membahas soal permintaan uang tersebut.

"Sempat mereka jumpa di Kisaran. Mereka bertemu, saya tidak ikut. Kata anggota saya ya itu juga yang dibahas mereka, soal permintaan uang itu," ujar A dengan nada kesal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.