Sosok Botok Pemimpin Aksi di DPR: Pelaku UMKM dan Pemilik Tambal Ban asal Pati
Jaisy Rahman Tohir August 26, 2026 08:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Sosok Supriyono alias Botok, koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), mendadak jadi perbincangan publik.

Nama Botok menyita perhatian setelah rekening milik pribadinya yang menampung dana donasi sebesar Rp 80 juta diblokir oleh pihak Bank Mandiri.

Padahal, dana puluhan juta tersebut rencananya akan digunakan untuk mendanai aksi demonstrasi warga di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).

Di balik aksinya memimpin pergerakan massa ke Jakarta, lantas seperti apa sosok dan aktivitas Botok sehari-hari selama berada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah?

Humas AMPB, Didik, membeberkan  Botok sebenarnya merupakan seorang pelaku UMKM di daerahnya. 

"Kalau untuk aktivitas sehari-hari kita dari beragam macam profesi ya. 

Seperti Mas Botok itu punya warung, juga ada toko tambal ban," ujar Didik ditemui di depan DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Didik menjelaskan, anggota yang tergabung dalam AMPB memang berasal dari latar belakang profesi yang cukup beragam dan berakar dari rakyat kecil.

BANTAHAN BOTOK - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok membantah keras tudingan yang menyebut gerakan AMPB ditunggangi oleh pihak kelompok tertentu.
BANTAHAN BOTOK - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok membantah keras tudingan yang menyebut gerakan AMPB ditunggangi oleh pihak kelompok tertentu. (Kompas.com)

"Dari saya sendiri usaha kecil-kecilan, ada usaha logam, terus ada kawan-kawan kami juga usahanya macam-macam," ungkapnya.

Meski memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda, mereka menyatukan wadah dalam AMPB karena didorong oleh keresahan yang sama terhadap kondisi tata kelola pemerintahan di daerah asal mereka.

"Kita berkumpul jadi satu di Aliansi Masyarakat Pati Bersatu karena kami mempunyai satu visi misi. Dalam keresahan, kita menolak pejabat-pejabat zalim dan juga pejabat koruptor yang ada di Pati," tegas Didik.

Di sisi lain, persoalan pemblokiran rekening milik Botok, Didil menyebut tak menyurutkan logistik massa. 

Pasalnya, bantuan konsumsi seperti makanan, air mineral, hingga uang tunai terus mengalir dari masyarakat luas.

Tak hanya mahasiswa dan masyarakat sipil, aksi ini juga menyita perhatian para pembuat konten dan figur publik papan atas.

"Tadi sudah ada Bang Ferry Irwandi, ada juga teman-teman kreator konten bertema kritik politik dari Indramayu dan Medan. Keresahan ini dirasakan bersama," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.