Bank Mandiri Minta Maaf, Rekening Donasi Demo Pati Milik Botok Pentolan AMPB Segera Diaktifkan
Tribun-video August 26, 2026 08:56 PM

- Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan permintaan maaf terkait rekening aktivis asal Pati, Supriyono alias Botok, yang sempat tidak dapat digunakan. 

Bank Mandiri menerima permintaan dan arahan Komisi III DPR RI serta Polda Metro Jaya untuk segera mengaktifkan kembali rekening tersebut. 

Riduan menyampaikan permintaan maaf tersebut dalam konferensi pers bersama Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya di Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026). 

Riduan menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti arahan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. 

“Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan,” kata Riduan.

Menurutnya, Bank Mandiri tetap menjalankan pelayanan perbankan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. 

"Kami akan menindaklanjuti ... untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening," imbuhnya.

Rekening Supriyono alias Botok pun akan segera diaktifkan kembali setelah sebelumnya mengalami penundaan transaksi.

Polda Metro Jaya mengungkap alasan rekening Bank Mandiri milik Botok, sempat tidak dapat digunakan. 

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Polisi Iman Imannudin mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mendalami informasi terkait penghimpunan donasi yang beredar di media sosial. 

Menurut Iman, tindakan itu bertujuan memberikan perlindungan kepada pemilik rekening sekaligus para donatur. 

Ia menjelaskan bahwa pengumpulan donasi memiliki ketentuan peraturan perundang-undangan yang perlu diperhatikan. 

Karena itu, polisi melakukan klarifikasi dan meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. 

Selain itu, polisi juga ingin memastikan data pribadi Supriyono dan para donatur terlindungi serta tidak disalahgunakan. 

Setelah melakukan klarifikasi dan konfirmasi, polisi mengaku telah memperoleh fakta hukum terkait donasi dan rekening tersebut. 

Sementara itu, Komisi III DPR RI meminta agar rekening Botok segera dipulihkan. 

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai tidak terdapat persoalan pidana yang berkaitan dengan rekening tersebut. 

Permintaan pemulihan disampaikan setelah Komisi III DPR melakukan koordinasi dengan pihak terkait. 

Habiburokhman mengatakan akses rekening Botok perlu segera dikembalikan agar dapat digunakan seperti semula. 

"Kalau bisa hari ini," kata Habiburokhman.

Menurutnya, pemulihan tersebut penting agar Botok bisa kembali menjalankan aktivitasnya dengan menggunakan rekening tersebut. 

Komisi III DPR juga meminta pihak terkait menindaklanjuti hasil koordinasi mengenai rekening tersebut. 

Dengan demikian, rekening milik Botok diharapkan segera kembali dapat digunakan untuk menunjang aktivitasnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.