Tak Selalu Butuh 8 Jam Tidur, Ini Kata Peneliti soal Durasi Tidur yang Dibutuhkan
GH News August 26, 2026 09:09 PM
Jakarta -

Istirahat yang cukup merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan. Namun, kebutuhan tidur setiap orang tidak selalu sama.

Sebuah ulasan terbaru yang diterbitkan dalam Brain Medicine pada Agustus 2026 mempertanyakan anggapan bahwa semua orang dewasa harus tidur selama delapan jam setiap malam agar tetap sehat.

"Pola tidur manusia di masyarakat praindustri menunjukkan fleksibilitas yang substansial, yang menunjukkan bahwa norma-norma kontemporer tentang tidur malam yang teratur bukanlah sesuatu yang tetap secara evolusioner," menurut para penulis. Dengan kata lain, pola tidur manusia dapat berbeda-beda. Sejarah juga menunjukkan bahwa kebiasaan tidur tidak selalu mengikuti pola delapan jam tanpa terputus setiap malam.

Dikutip dari laman New York Post, jauh sebelum penerapan jam kerja 40 jam per minggu, penemuan alarm, dan penggunaan telepon seluler, manusia mengandalkan pola tidur yang lebih mengikuti kondisi alami.

Para peneliti pun mempelajari komunitas pemburu-pengumpul untuk memahami pola tidur alami manusia. Ulasan tersebut mengutip studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, yang menemukan masyarakat di Tanzania dan Bolivia tidur sekitar 5,7 hingga 7,1 jam setiap malam.

Durasi tidur yang lebih pendek tersebut tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan faktor modern, seperti kebisingan lalu lintas, penggunaan media sosial, atau paparan cahaya buatan pada malam hari.

Lama waktu tidur yang biasa dialami masyarakat praindustri bervariasi, tergantung pada bagaimana tidur diukur, tempat tinggal mereka, musim, dan faktor lingkungan lainnya. Sebuah analisis yang diterbitkan pada Februari 2025 memperkirakan rata-ratanya adalah 6,4 jam.

Perkembangan industrialisasi, penggunaan listrik, dan urbanisasi telah mengubah waktu, durasi, serta keteraturan tidur manusia secara signifikan. Salah satu faktor utamanya adalah terganggunya siklus alami terang dan gelap.

Di era modern, paparan cahaya buatan dan aktivitas kerja pada malam hari dapat menyebabkan ketidaksesuaian ritme sirkadian yang berlangsung terus-menerus, sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.

Dikutip dari laman The Conversation, jika definisi tidur optimal adalah jumlah tidur yang berkaitan dengan kesehatan terbaik, banyak penelitian besar menunjukkan bahwa jumlah idealnya memang kurang lebih delapan jam.

Namun, sebuah studi lain yang diterbitkan di Nature pada Mei 2026 meneliti bagaimana tidur berhubungan dengan penuaan berbagai organ. Dengan menggunakan pemindaian otak dan tubuh, serta pengukuran molekuler, studi ini memperkirakan bahwa jumlah tidur ideal adalah antara 6,4 dan 7,8 jam, tergantung pada jenis kelamin individu dan organ spesifik yang diamati.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa delapan jam bukanlah aturan emas untuk tidur. Delapan jam mungkin cocok untuk seseorang, tetapi kurang atau berlebihan bagi orang lainnya. Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa berusia antara 26 dan 64 tahun untuk tidur selama tujuh hingga sembilan jam per hari, meskipun beberapa orang dewasa mungkin membutuhkan antara enam hingga 10 jam. Jadi, waktu tidur yang ideal berbeda-beda untuk setiap orang, dan delapan jam tentu bukanlah jawaban yang pasti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.