Kunker ke Lampung, Mentan Sebut Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Daniel Tri Hardanto August 26, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Stok beras Indonesia saat ini disebut berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.

Baca juga: 1,2 Juta Warga Lampung Dapat Bantuan Pangan 30 Kg Beras

Kondisi tersebut bahkan membuat pemerintah mulai menambah kapasitas gudang penyimpanan sekaligus membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tingginya stok beras nasional menunjukkan ketersediaan pangan Indonesia saat ini dalam kondisi aman.

"Indonesia stok kita saat ini, stok beras maksudnya, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia," kata Amran saat ditemui di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bangun Rejo, Lampung Tengah, Rabu (26/8/2026).

Amran mengatakan tingginya stok beras tersebut membuat pemerintah perlu menambah kapasitas penyimpanan.

Pemerintah disebut telah menyewa gudang dengan kapasitas mencapai 2 juta ton.

Langkah tersebut dilakukan karena kapasitas gudang yang tersedia sebelumnya sekitar 3 juta ton.

"Karena kapasitas gudang kita hanya 3 juta. Dan kita sudah sewa gudang berkapasitas 2 juta ton," ujarnya.

Menurut Amran, kondisi stok beras yang tinggi tidak hanya memastikan kebutuhan masyarakat dalam negeri tetap aman.

Pemerintah juga mulai memanfaatkan kondisi tersebut untuk memperluas pasar beras Indonesia ke luar negeri melalui ekspor.

Amran mengungkapkan Indonesia bahkan telah mulai melakukan ekspor beras ke sejumlah negara.

Salah satu negara tujuan ekspor tersebut adalah Malaysia.

Ia menyebut pengiriman terakhir beras Indonesia ke Malaysia mencapai 1.000 ton.

"Terakhir kemarin 1.000 ton ke Malaysia," kata Amran.

Selain Malaysia, Amran menyebut sejumlah negara lain yang telah menjadi tujuan maupun masuk dalam target pasar ekspor beras Indonesia.

Negara-negara tersebut di antaranya Arab Saudi, Qatar, Palestina, Timor Leste dan China.

Menurut Amran, langkah ekspor tersebut dapat dilakukan karena stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi kuat.

Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga ketersediaan beras dalam negeri agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu.

Tingginya stok beras tersebut juga berjalan beriringan dengan penyerapan hasil panen petani yang terus dilakukan Bulog.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah tidak hanya menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi mulai mendorong beras Indonesia masuk ke pasar sejumlah negara.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.