BANGKAPOS.COM -- Seorang polisi di Aceh, Aipda Jonni Rahmad, menjadi sorotan setelah kisahnya sukses menginspirasi banyak orang.
Dengan gaji yang ia miliki sebagai abdi negara, Aipda Jonni menyisihkannya untuk membangun rumah warga yang kurang mampu.
Aksi tersebut membuahkan hasil dengan dibangunnya 4 rumah warga dan merehabilitasi tiga rumah keluarga yang membutuhkan.
Aipda Jonni merupakan Ps. Kasium Polsek Panteraja, Polres Pidie Jaya, Polda Aceh.
Ia lahir pada tanggal 15 Maret 1986.
Aipda Jonni mengabdikan diri sebagai polisi sejak 2005 setelah lulus Diktukba Polri.
Baca juga: Respons Polda Merto usai Disebut Tangkap Aktivis Botok, Beber Fakta Sebenarnya: Urus Izin Kegiatan
Kini sosoknya menjadi sorotan karena dinilai sukses menginspirasi banyak orang.
Menurut Jonni, rumah yang layak bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga memberikan rasa aman bagi keluarga penerimanya.
Kepedulian sosial menjadi bagian dari aktivitas Jonni di luar pekerjaannya sebagai polisi.
Ia tidak hanya membantu pembangunan dan perbaikan rumah, saat banjir melanda sejumlah wilayah pada akhir 2025, Jonni juga mendatangi anak-anak terdampak dengan membawa Iqra dan Al-Qur'an.
Bantuan itu diberikan agar anak-anak tetap dapat belajar dan mengaji di tengah kondisi bencana.
Menjelang Idul Fitri, sebagian rezekinya juga digunakan untuk membelikan pakaian lebaran bagi anak-anak yatim piatu.
Jonni pernah pula membantu seorang anak yang menderita kebocoran jantung hingga harus menjalani pengobatan di Jakarta.
Bagi Jonni, membantu sesama tidak harus dilakukan setelah seseorang memiliki banyak harta.
Ia menilai bantuan dalam jumlah sederhana tetap dapat berarti besar bagi orang yang sedang membutuhkan.
“Semua yang saya lakukan bukan untuk mencari popularitas atau dikenal banyak orang. Ini murni karena keinginan untuk membantu sesama."
"Sebagai anggota Polri, saya merasa wajib untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika ada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Jonni dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026), dikutip dari Serambinews.
Menurutnya, nilai utama dari bantuan bukan terletak pada besarnya jumlah yang diberikan, tetapi pada manfaat yang bisa dirasakan penerima.
Dari berbagai kegiatan sosial yang telah dilakukan, pembangunan rumah menjadi salah satu bentuk bantuan yang paling menonjol.
Jonni sejauh ini telah membangun empat rumah dan merehabilitasi tiga rumah warga kurang mampu.
Ia menilai hunian yang layak dapat memberi dampak jangka panjang bagi sebuah keluarga.
Rumah tidak hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga ruang bagi keluarga untuk menjalani kehidupan dengan kondisi yang lebih aman dan nyaman.
Baca juga: Siapa Wanita Misterius yang Beri Botok Segepok Uang untuk Demo Jakarta, Pamer KTP di Hadapan Massa
Bagi keluarga penerima, bantuan rumah tersebut berarti perubahan besar dibandingkan hanya menerima bantuan untuk kebutuhan sesaat.
Dedikasi Jonni juga mendapat sejumlah penghargaan dari institusi Polri.
Ia menerima Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2013 dan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2021.
Selain itu, Jonni pernah mendapatkan penghargaan dari Kapolres Pidie pada 2017 dan Kapolres Pidie Jaya pada 2020.
Pada 2021, ia memperoleh penghargaan dari Asisten SDM Polri dan Kapolda Aceh.
Penghargaan lainnya datang dari Kepala SPN Polda Aceh pada 2022.
Meski demikian, Jonni mengatakan penghargaan bukan alasan utama dirinya menjalankan berbagai kegiatan sosial.
Baginya, hal yang lebih penting adalah melihat masyarakat yang dibantu bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Jonni juga pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan pengembangan di bidang penyegaran bendahara pengeluaran pada 2015.
Sementara dalam kesehariannya sebagai anggota kepolisian, ia kini bertugas di Polsek Panteraja, Polres Pidie Jaya.
Di luar pekerjaan tersebut, Jonni tetap melanjutkan kegiatan sosial dengan menyisihkan sebagian pendapatannya.
Empat rumah yang dibangun dan tiga rumah yang direhabilitasi menjadi bagian dari upayanya membantu warga yang hidup dalam keterbatasan.
Bagi Jonni, pengabdian sebagai polisi tidak hanya dilakukan saat mengenakan seragam dan menjalankan tugas menjaga keamanan.
Ia memilih melengkapinya dengan berbagi kepada warga yang membutuhkan, mulai dari membangun rumah, membantu anak-anak terdampak bencana, hingga mendukung pengobatan warga.
(Bangkapos.com/Serambinews.com/TribunJatim.com)