TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Datang tanpa keluhan berarti dan sekadar ingin memeriksa kadar kolesterol serta gula darah, seorang ibu rumah tangga di Binjai justru menyelamatkan hidupnya berkat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Pengalaman berharga ini membuka mata banyak pihak mengenai pentingnya deteksi dini, di tengah upaya Pemerintah Kota (Pemko) Binjai yang terus menggenjot capaian target pemeriksaan kesehatan bagi ratusan ribu warganya.
Kisah bermula pada 11 Juli 2026, ketika Rosmiyati (38) melangkahkan kakinya ke Puskesmas Kebun Lada, Binjai, untuk mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis.
Wanita yang akrab disapa Yati ini awalnya hanya berniat memastikan kondisi tubuhnya secara umum.
Tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa pemeriksaan tersebut akan menjadi titik balik hidupnya.
Hasil skrining menunjukkan adanya indikasi kanker serviks.
"Kemarin itu niatnya mau cek kolesterol sama gula darah. Karena ada cek lengkap, ya sudah saya lakukan cek lengkap dan ternyata ada indikasi kanker serviks," ujar Yati kepada Tribun Medan, Minggu (16/8/2026).
Meskipun sempat merasa kaget dan takut, ia bersyukur karena penyakit tersebut terdeteksi pada tahap awal.
Berdasarkan arahan dokter, ia langsung menjalani rangkaian pengobatan lanjutan.
Saat itu, ibu dua anak ini tidak memiliki bayangan bahwa pemeriksaan yang awalnya ia jalani sebagai langkah untuk memastikan kondisi kesehatan justru akan mengubah cara pandangnya terhadap pentingnya deteksi dini.
Rosmiyati, warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Binjai, mengikuti sejumlah pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks.
Awalnya, ia menjalani pemeriksaan seperti biasa tanpa merasa ada sesuatu yang serius dengan kondisi tubuhnya.
Namun hasil pemeriksaan membuat ibu rumah tangga ini harus menjalani pengecekan lanjutan.
Warga Jalan Perintis Kemerdekaan Binjai ini kemudian diarahkan oleh petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam guna memastikan hasil skrining tersebut.
Rasa khawatir sempat muncul ketika ia mengetahui adanya indikasi kanker serviks. Bayangan tentang penyakit tersebut tentu membuatnya takut.
"Kaget pasti, takut juga. Tapi alhamdulilah karena tahu dari awal," ungkapnya.
Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, Rismiyati mendapatkan kabar yang sedikit melegakan.
Kanker serviks yang ditemukan pada dirinya masih berada pada tahap awal dan masih dapat diobati.
"Saat pemeriksaan awal, kata petugas dan dokter, kanker serviks saya masih tahap awal dan masih dapat diobati. Jadi saya langsung mengikuti tahap pengobatan yang dianjurkan dokter," bebernya.
Baginya, deteksi tersebut menjadi sebuah titik balik. Ia menyadari bahwa tanpa mengikuti CKG, mungkin dirinya tidak akan mengetahui kondisi tersebut lebih cepat.
Pengalaman ini membuatnya semakin sadar bahwa pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya dilakukan hanya ketika tubuh mulai merasakan sakit.
Sebab, mengetahui kondisi kesehatan sejak dini memberikan kesempatan untuk segera mengambil langkah pengobatan.
Pengalaman ini pun mengubah cara pandangnya terhadap pentingnya menjaga kesehatan, hingga ia berinisiatif mengajak kedua orang tuanya untuk mengikuti CKG di Lapangan Merdeka Binjai pada 16 Agustus 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Binjai.
"Saya dapat kabar ada lagi pengecekan kesehatan gratis di Binjai, langsung saya aja kedua orang tua untuk melakukan cek kesehatan," ungkapnya.
Ia pun membawa kedua orangtuanya untuk ikut memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Baginya, apa yang dialaminya bukan hanya tentang dirinya yang berhasil mengetahui kanker serviks sejak tahap awal.
Lebih dari itu, pengalaman tersebut membuatnya ingin orang-orang terdekatnya juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sedini mungkin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, Desman, S.K.M., M.Kes., mengungkapkan, hingga saat ini capaian pemeriksaan telah menyentuh angka 40 hingga 45 persen dari total 310 ribu sasaran yang ditetapkan.
“Jadi, masih sekitar satu semester ini kita terus kejar sesuai target yang ada,” kata Desman.
Masyarakat dapat menikmati berbagai pemeriksaan gratis, meliputi tekanan darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga darah.
Program ini terbuka bagi seluruh warga, baik yang memiliki status BPJS aktif, tidak aktif, maupun yang belum memiliki BPJS sama sekali.
Pelaksanaan CKG dikaitkan dengan momentum ulang tahun warga sebagai pengingat agar mereka memanfaatkan hak pemeriksaan kesehatan gratis setidaknya satu kali dalam setahun.
Program CKG ditujukan sebagai upaya deteksi dini terhadap berbagai penyakit.
“Sembari hadiah ulang tahun, mengingatkan bahwa ada pemeriksaan kesehatan gratis. Semua bisa diperiksa, semuanya gratis,” Desman menuturkan, sembari memastikan seluruh Puskesmas di Kota Binjai dapat melaksanakan program tersebut.
Penyakit Paling Banyak
Disampaikan Desman, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan selama ini, hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan.
“Iya itu, hipertenai (paling banyak ditemukan),” ujarnya.
Di balik capaian tersebut, pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Desman menyebutkan bahwa kendala utama bukanlah pada fasilitas Puskesmas yang kini seluruhnya sudah siap melayani, melainkan pada faktor kesadaran masyarakat.
Sebagian masyarakat enggan memeriksakan diri karena khawatir akan menemukan penyakit tertentu yang justru menambah beban pikiran.
Masih ada juga warga yang mengira layanan pemeriksaan ini berbayar atau mensyaratkan prosedur yang rumit.
“Suplai bahan medis habis pakai dari kementerian yang terkadang datang terlambat juga menjadi hambatan teknis tersendiri,” bebernya.
Pemerintah Kota Binjai terus mengimbau masyarakat agar tidak menunggu hingga tubuh merasakan sakit untuk datang ke fasilitas kesehatan.
Desman menegaskan, pemeriksaan rutin saat tubuh sehat sangat krusial untuk menghindari penanganan yang terlambat, seperti berkaca pada kasus kanker serviks yang sebelumnya pernah ditemukan pada stadium empat.
“Bukan malas, mungkin karena tidak tahu. Kesadaran pemeriksaan kesehatan itu penting masih kurang. Ada juga yang takut, kalau diperiksa malah ketahuan penyakitnya. Akhirnya jadi pikiran dan menambah beban,” sebutnya.
Tak hanya itu, Desman melanjutkan, masih ada masyarakat yang belum mengetahui bahwa pemeriksaan tersebut tidak dipungut biaya.
Karena itu, sosialisasi mengenai Program CKG terus dilakukan agar masyarakat mengetahui bahwa layanan tersebut merupakan hak yang diberikan pemerintah.
“Mungkin masyarakat berpikir harus bayar atau bagaimana. Padahal ternyata gratis, dan memang itu hak mereka,” ucapnya.
Desman mengimbau masyarakat agar tidak hanya mendatangi fasilitas kesehatan ketika sedang sakit.
Masyarakat yang dalam kondisi sehat juga dianjurkan melakukan pemeriksaan secara rutin di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas.
“Nah, datang ke Puskesmas itu tidak hanya ketika sakit. Saat sehat pun bisa konsultasi dan melakukan pemeriksaan kesehatan,” pesannya.
Temukan Pasien Kanker Serviks
Diungkapkan Desmon, pemeriksaan kesehatan secara rutin penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang ke stadium lebih berat.
“Tujuannya supaya deteksi dininya dapat. Jangan sampai penyakit baru diketahui ketika sudah stadium dua, tiga, atau empat,” katanya.
Ia mencontohkan, pihaknya pernah menemukan kasus kanker serviks yang baru diketahui ketika sudah memasuki stadium empat. Kondisi tersebut membuat proses tindak lanjut dan penanganannya menjadi lebih sulit.
“lKalau sudah seperti itu, tindak lanjutnya menjadi agak sulit,” ungkapnya.
Diakui Desman, dari sisi pelaksanaan di fasilitas pelayanan kesehatan sejauh ini tidak terdapat kendala berarti.
Setiap masyarakat yang ditemukan memiliki indikasi penyakit dari hasil pemeriksaan akan mendapatkan tindak lanjut dari Dinas Kesehatan.
Pasien akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai dengan jenis penyakit atau temuan kesehatannya.
“Kalau ada temuan, tindak lanjut kita dari Dinas Kesehatan, dan masyarakat dirujuk atau ditujukan untuk pemeriksaan selanjutnya. Kita ikuti untuk pemeriksaan tersebut,” jelasnya.
Terkait capaian program, Desman mengakui pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis di Sumatera Utara masih sedikit tertinggal dari target yang ditetapkan.
Meskipun capaian di Sumatera Utara saat ini masih berada di urutan ketiga dan sedikit tertinggal dari target, komitmen pengawasan dan evaluasi yang ketat dari pemerintah provinsi serta Kementerian Kesehatan akan terus dioptimalkan.
Melalui sosialisasi yang masif, diharapkan kesadaran masyarakat Binjai untuk memanfaatkan hak CKG ini semakin meningkat demi mewujudkan kualitas hidup yang lebih sehat.
“Ini akan terus kita kejar sesuai target. Target ini dimonitoring dan dievaluasi oleh provinsi dan Kementerian Kesehatan. Jadi memang harus kita kejar,” ujarnya.
Desman kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
Pemeriksaan tetap penting dilakukan meski seseorang merasa sehat, karena tujuan utama program tersebut adalah menemukan potensi penyakit sedini mungkin.
“Paling penting pesan kita ke masyarakat, walaupun tidak sakit, tetap harus diperiksakan. Harus melakukan pemeriksaan kesehatan supaya deteksi dininya dapat,” Desman menandaskan.
(pra/tribun-medan.com)