Tantangan Baru Michael Owen, Master Catur Internasional Dampingi Atlet Belia Malinau ke Malaysia
Cornel Dimas Satrio August 26, 2026 10:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Berada di balik papan catur untuk bertanding sendiri tentu sangat berbeda dibandingkan berdiri di luar papan sebagai pelatih dan pendamping. 

Perubahan peran itulah yang kini dirasakan Michael Owen, pelatih catur bergelar Master Internasional yang ditunjuk Percasi Malinau.

Owen sendiri bukanlah sosok baru di panggung catur. Berbagai rekam jejak laga telah ia jalani, termasuk sukses meraih medali emas pada Turnamen Catur Bupati Malinau Cup 2024. Namun, kali ini tugas yang diembannya terbilang berbeda.

Jika sebelumnya ia melangkah ke arena turnamen internasional untuk memikirkan strateginya sendiri, kali ini Owen memikul tanggung jawab mengawal serta menjaga mental tiga pecatur usia dini asal Malinau yang berlaga di ajang Malaysia Chess Festival 2026 di Kuala Lumpur.

Owen mengungkapkan, tampil di ajang kejuaraan luar negeri sejatinya bukan hal baru bagi dirinya pribadi.

26082026 atlet Percasi Malinau dan master internasional 02
TANTANGAN BARU — Master Internasional, Michael Owen (tengah), saat mendampingi pecatur belia Malinau usai pelepasan kontingen menuju Malaysia Chess Festival 2026, Rabu (26/8/2026). Perhelatan ini menjadi tantangan baru dan pengalaman perdana bagi peraih emas Bupati Malinau Cup 2024 tersebut dalam perannya mendampingi atlet belia di tingkat internasional.

Baca juga: Percasi Malinau Utus 3 Atlet Belia ke Kuala Lumpur, Unjuk Gigi di Malaysia Chess Festival 2026

Namun, membimbing anak-anak belia di kejuaraan mancanegara menjadi pengalaman perdana sepanjang kariernya.

"Kalau saya pribadi untuk pertandingan saya sudah pernah, tetapi untuk kali ini saya pertama kali menjadi pelatih mendampingi bawa tiga atlet dari Malinau," ujar Owen di Malinau, Kalimantan Utara, Rabu (26/8/2026).

Tantangan utamanya terletak pada rentang usia atlet yang didampingi.

Ketiga pecatur muda tersebut berasal dari kelompok umur yang sangat muda, yakni Ivander Rins dari TK Kasih Bunda di kelompok umur 6 tahun (U-06), Gardiovic Jocheved Monba siswa SMPN 2 Malinau di kelompok umur 12 tahun (U-12), serta Aaron Matthew Pirade pelajar SMPN 1 Malinau di kelompok umur 14 tahun (U-14).

Mendampingi anak-anak dari jenjang TK hingga SMP membutuhkan pendekatan ekstra, terutama dalam mengelola fokus serta kestabilan mental bertanding di kancah internasional.

Kesiapan fisik maupun mental tiga atlet muda Malinau tersebut terus dimaksimalkan menjelang hari pertandingan.

"Jadi di sini kami sudah siap untuk berangkat. Besok kami akan berangkat ke Tarakan dan nanti di sana akan sampai tanggal 30 Agustus," tuturnya.

Rombongan tim catur Malinau dijadwalkan bertolak terlebih dahulu melalui Tarakan sebelum bertanding pada 28 hingga 30 Agustus 2026 di Kuala Lumpur.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.