Grid.ID – Mendapat tantangan besar saat memerankan sosok Fanny Kondoh dalam film Baby Udon, Caitlin Halderman mengungkapkan pengalaman emosional yang dirasakannya selama mendalami karakter tersebut.
Bukan hanya dituntut mendalami karakter, melalui film Baby Udon, Caitlin juga harus ikut masuk ke dalam perjalanan emosional Fanny yang penuh dengan berbagai ujian hidup. Bagi Caitlin, hal ini membuatnya merasakan pengalaman batin yang cukup berat selama menjalani proses syuting Baby Udon.
“Aku belajar banyak banget dari menjadi Kak Fanny. Sebelum kenal lebih jauh, aku tahu Kak Fanny is a very tough woman, she is a very strong woman,” ujar Caitlin ditemui di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Sebelum menjalani proses syuting, Caitlin sebenarnya sudah mengetahui kisah hidup Fanny yang sempat viral di media sosial. Namun, pemahamannya tentang sosok Fanny semakin dalam setelah terlibat dalam film sampai berbincang langsung dengan perempuan tersebut.
Dari sana, Caitlin mulai memahami bahwa perjalanan hidup Fanny bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilewati. Ia bahkan merasa ujian yang pernah dihadapinya tidak sebanding dengan perjuangan Fanny selama bertahun-tahun.
“Ujian hidup aku mungkin nggak seberapa dibanding hidup Kak Fanny yang harus dijalaninya selama 9 tahun. Kata Kak Fanny, tiap hari itu dia nangis,” ungkap Caitlin pada Rabu (26/8/2026).
Caitlin juga mengungkapkan, proses syuting Baby Udon tak hanya menguras emosi, tetapi juga menguji kondisi fisik dan mentalnya. Selama 18 hari syuting, ia harus terus masuk ke dalam karakter Fanny yang hampir di setiap adegannya dihadapkan pada berbagai ujian hidup.

“Aku memerankan Fanny selama 18 hari saja capeknya naudzubillah min zalik. Benar-benar kayak, ‘Allahu Akbar, nggak kelar-kelar ya ujiannya ini orang’,” lanjut Caitlin dalam Press Conference film Baby Udon.
Meski merasa sangat lelah, Caitlin tetap bersyukur mendapat kesempatan untuk memainkan karakter Fanny. Baginya, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga tentang arti ketangguhan dan bagaimana seseorang tetap bertahan meski menghadapi situasi yang berat.
Caitlin berharap perannya dalam film Baby Udon tidak hanya menjadi pengalaman baru dalam perjalanan kariernya. Ia juga ingin karakter Fanny yang diperankannya mampu menyampaikan pesan tentang kekuatan seorang perempuan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Semoga ini menjadi batu loncatan aku untuk bisa menjadi lebih besar lagi dan lebih baik lagi. Terima kasih sudah memberikan kesempatan ini,” lanjutnya.
Caitlin juga mengapresiasi banyak orang diluar sana yang memiliki ujian yang jauh lebih berat, ia juga turut emosional dengan setiap adegan film Baby Udon. Caitlin berharap emosi dan perjuangan yang ingin disampaikan melalui film ini berhasil sampai kepada penonton.
Di balik rasa lelah dan emosionalnya selama proses syuting. Caitlin juga mengapresiasi orang-orang di luar sana yang tetap kuat menghadapi berbagai ujian hidup, ia menyadari bahwa masih banyak orang di luar sana yang harus menghadapi ujian hidup yang jauh lebih berat darinya.
“Capek banget melewati perjuangannya, ada saja masalahnya, tapi aku sadar banyak banget orang di luar sana yang mengalami ujian jauh lebih berat dibanding aku,” tutup Caitlin.