TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar konser amal bertajuk Pray for NTT di Alun-Alun Kabupaten Klaten, nanti malam, Rabu (26/8/2026) .
Konser tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun, gelaran tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Pemkab Klaten memanfaatkannya sebagai momentum untuk menggalang kepedulian dan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 tersebut telah menimbulkan dampak besar. Hingga Selasa (25/8/2026), BNPB melaporkan 103 orang meninggal dunia dan 1.666 orang mengalami luka-luka.
Sementara itu, sebanyak 7.492 gempa bumi susulan tercatat mengguncang wilayah tersebut hingga Rabu (26/8/2026).
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Tri Indarti, mengatakan konser amal tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten.
Menurutnya, kegiatan tersebut ingin dimaknai lebih dari sekadar acara seremonial dan hiburan.
"Pada prinsipnya, ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial dan hiburan saja, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan, dan semangat gotong-royong ketika saudara-saudara kita di NTT terdampak bencana gempa," kata Tri.
Ia menuturkan, kepedulian terhadap korban bencana menjadi alasan Pemkab Klaten turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat NTT.
Momentum konser pun dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat Klaten berbagi dan menunjukkan semangat kebersamaan.
"Semangat kebersamaan masyarakat Klaten tidak hanya untuk Klaten, tapi juga untuk saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan," ujarnya.
Dalam konser tersebut, masyarakat dapat menyalurkan donasi secara sukarela melalui mekanisme yang telah disiapkan panitia, baik secara langsung maupun melalui kanal digital.
Tri memastikan dana yang terkumpul akan dihimpun dan dicatat sebelum dilakukan rekapitulasi secara transparan.
Selanjutnya, bantuan akan disalurkan melalui mekanisme resmi agar dapat diterima dan dimanfaatkan secara tepat sasaran oleh masyarakat terdampak gempa NTT.
Terkait target donasi, Pemkab Klaten tidak menetapkan nominal tertentu.
"Untuk target dana yang dihimpun tidak dibatasi, prinsipnya sebanyak-banyaknya sesuai kemampuan dan keikhlasan masyarakat," jelasnya.
Ia berharap masyarakat dari berbagai kalangan dapat turut berpartisipasi dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu korban gempa NTT.
Konser amal tersebut menghadirkan sejumlah musisi, di antaranya NDX AKA sebagai bintang utama, serta Kondang Winangun dan Wani Muni.
Kehadiran para musisi tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menyampaikan pesan bahwa musik dan kreativitas anak muda dapat menjadi medium untuk melakukan aksi sosial.
"Musik, kreativitas dan kegembiraan anak muda bisa juga menjadi sarana untuk berbuat baik dan membantu sesama," tutur Tri.
Pemkab Klaten berharap generasi muda tidak hanya menjadi penikmat hiburan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan semangat gotong-royong.
Antusiasme masyarakat dalam menghadiri konser diharapkan berjalan beriringan dengan kepedulian untuk berdonasi.
Dengan demikian, kemeriahan peringatan Hari Jadi Klaten dan HUT Kemerdekaan RI tidak berhenti pada hiburan, tetapi turut memberikan manfaat bagi masyarakat yang tengah menghadapi bencana di NTT. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)