SPBU Batu 16 Bintan Akui 16 KL Pertalite Tercampur Solar karena Human Error, Siap Tanggung Jawab
Dewi Haryati August 26, 2026 10:42 PM

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Pihak pengelola SPBU Batu 16, PT Sinar Mustika Bintan, memastikan insiden bercampurnya bahan bakar jenis Pertalite dengan solar, murni disebabkan oleh kelalaian petugas atau human error.

Kesalahan itu terjadi saat proses pengisian tangki penampungan. Selang pengisian solar justru disambungkan ke lubang tangki Pertalite.
 
Pengawas SPBU Batu 16, Sihabudi, menyampaikan, kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi di SPBU tersebut.
 
"Selang yang seharusnya dipasang ke tangki solar justru dipasang ke lubang Pertalite. Ini murni kelalaian petugas SPBU dan ini merupakan kali pertama kejadian seperti ini terjadi di tempat kami," ungkap Sihabudi, saat ditemui Wartawan Tribun Batam, Rabu (26/8/2026).
 
Akibat kesalahan tersebut, sekitar 16 kiloliter (KL) bahan bakar Pertalite terkontaminasi dan harus dikuras habis.

Kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp160 juta, meliputi nilai bahan bakar yang harus dibuang, biaya pengurasan, serta dampak penutupan sementara operasional SPBU.
 
Saat ini, proses pengurasan dan sterilisasi tangki belum dapat dilakukan karena kendaraan pengangkut pengambilalihan bahan bakar terkontaminasi belum tersedia. 

Pihak SPBU menargetkan proses pengurasan dapat dilakukan pada Jumat (28/8/2026) dan berharap operasional dapat segera berjalan normal kembali.
 
Hingga saat ini, belum ada konsumen yang datang melapor atau mengadu langsung ke SPBU terkait kerusakan kendaraan akibat pengisian bahan bakar tersebut.

Namun, pihak manajemen menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab sepenuhnya jika ada pengendara yang merasa dirugikan.
 
"Perusahaan siap bertanggung jawab atas kerusakan sepeda motor tersebut," kata Sihabudi.
 
Ke depan, pihak pengelola berjanji akan memperketat pengawasan di lapangan agar hal serupa tidak terulang kembali.

Setiap proses pengisian bahan bakar ke tangki penampungan akan diawasi lebih ketat. 

Sementara itu, petugas yang melakukan kesalahan tersebut akan dikenakan sanksi tegas sebagai bentuk peringatan.
 
Pihak SPBU mengimbau kepada konsumen yang merasa mengalami kerusakan kendaraan setelah mengisi bahan bakar Pertalite di SPBU Batu 16 pada periode kejadian, untuk segera melapor ke kantor manajemen SPBU dengan melampirkan bukti pengisian dan keterangan kerusakan kendaraan.

Berdasarkan pantauan TribunBatam.id, SPBU tampak sepi sejak siang.

Sejak beberapa waktu lalu, pihak SPBU tidak menjual Pertalite. Mereka hanya menjual Solar dan Pertamax 92 saja.

Beberapa kendaraan yang datang harus putar balik, karena tidak tersedia Pertalite. 

Beberapa petugas SPBU terlihat bersantai di sisi kanan kantor SPBU.

Hanya ada satu orang yang berjaga di area pompa minyak.

Viral di Medsos

Sebelumnya, rasa waswas melanda pengendara dan warga sekitar Jalan Raya Km 16 Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. 

Perasaan tak biasa itu terjadi setelah sejumlah kendaraan bermotor mengalami kerusakan serentak, diduga bermula dari pengisian bahan bakar di SPBU Km 16.

Mesin berasap, tarikan berat, hingga klep bocor. Keluhan hampir sama muncul dari beberapa warga yang mengisi Pertalite di lokasi tersebut pada Kamis (20/8/2026).

Peristiwa itu viral di media sosial (medsos) dan menjadi perhatian warga.
 
Hendrik, warga Toapaya, menjadi salah satu korban. 

Ia menceritakan motornya langsung bermasalah tak lama setelah mengisi BBM.
 
"Kamis kemarin isinya, Jumat sudah masuk bengkel, klepnya bocor. Hari Jumat juga kami lihat SPBU itu tutup," ungkapnya, Rabu (26/8/2026).
 
Bukan hanya dirinya, teman-temannya yang mengisi BBM di waktu dan tempat yang sama juga mengalami nasib serupa.

Dugaan warga mengerucut pada satu hal, Pertalite yang dijual tercampur zat lain.
 
"Mungkin tercampur solar atau kandungan lain di Pertalite, makanya motor berasap," ujar Hendrik.

Informasi ini sudah ditindaklanjuti Polres Bintan.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Bintan, Iptu Daeng Salamun, membenarkan adanya dugaan kesalahan pengisian bahan bakar.

Penyebabnya diduga murni kelalaian manusia, operator salah memasang selang pengisian.

Yang membuat warga semakin geram, hal ini disebut sudah beberapa kali terjadi.
 
"Operator salah memasukkan selang saat pengisian dan ini sudah beberapa kali kejadian," kata Daeng Salamun.
 
Akibat kelalaian itu, Pertalite diduga tercampur dengan jenis bahan bakar lain, sehingga merusak komponen mesin kendaraan yang mengisinya.
 
Saat ini, pihak pengelola SPBU sedang melakukan pengurasan dan sterilisasi tangki penampungan Pertalite guna memastikan tidak ada lagi campuran zat asing di dalamnya. 

Selama proses berlangsung, SPBU Km 16 sementara waktu ditutup untuk umum.
 
Pihak kepolisian juga belum berhenti di sini. Masih didalami apakah kejadian ini murni kelalaian operator atau ada unsur kesengajaan di baliknya.
 
"Kita akan pastikan dan cek lagi, apakah ada kesalahan atau unsur lainnya," pungkas Daeng.

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.