Laporan Wartawan TribunMadura.com, Misbahul Munir
TRIBUNMADURA.COM, BOJONEGORO - Supatmi (65), warga RT 01/RW 04 Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meninggal dunia setelah diduga dianiaya putranya sendiri, Mahmud (30), Rabu (26/8/2026).
Korban yang disebut memiliki riwayat stroke itu mengalami luka serius di bagian kepala setelah diduga dipukul menggunakan batu.
Ketua RT setempat, Suratni, mengungkapkan, Mahmud disebut telah lama mengalami masalah kejiwaan dan pernah melakukan kekerasan terhadap ibunya.
Namun, polisi masih mendalami kondisi kejiwaan pelaku serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan Supatmi meninggal dunia.
Peristiwa tragis tersebut diduga terjadi setelah kondisi kejiwaan Mahmud kambuh dan mengamuk tidak jelas.
Pihak keluarga yang mengetahui hal itu sempat berusaha menenangkan pelaku, namun berujung keributan.
Sementara ayah pelaku, Mahbop (70) yang mengetahui anaknya mengamuk membabi buta sempat berusaha melerai, namun tak luput dari amukan pelaku hingga mengalami sejumlah luka.
Baca juga: Breaking News: Ibu di Bojonegoro Tewas Diduga Dianiaya Anak Kandung Pakai Batu, Ayah Pelaku Terluka
Pelaku yang kalap dan tidak terkontrol kemudian menganiaya ibu kandungnya, Supatmi (65) tanpa alasan yang jelas menggunakan batu.
Korban yang diketahui sakit stroke ini tak berdaya menghadapi amukan pelaku hingga akhirnya korban mengalami luka serius di bagian kepala dan meninggal dunia.
Menurut Suratni, tragedi berdarah ini diketahui terjadi sekira pukul 10.00 WIB pagi.
Saat itu diduga sakit kejiwaan pelaku kambuh dan mengamuk tidak jelas.
Pihak keluarga yang berusaha menenangkan justru diserang hingga terjadi perkelahian.
"Memang anak ini (pelaku) sebelumnya riwayat stres (sakit kejiwaan) sepertinya kambuh lagi, lalu mengamuk," ujar Suratni pada Tribun Madura Network.
Sebelum kejadian, keluarga yang mengetahui kondisi Mahmud kembali kambuh mengalami gangguan, sempat berupaya mengamankan korban dengan memindahkan ke rumah kerabat yang berada tak jauh dari rumah.
Namun, hal itu justru berujung keributan.
Ayah pelaku, Mahbop yang baru pulang dari sawah berusaha melerai, namun ia mengalami sejumlah luka akibat dihantam dengan batu lalu diselamatkan warga.
Baca juga: Ajakan Berhubungan Ditolak, Suami Tunanetra di Surabaya Aniaya Istri hingga Luka-luka
"Sempat duel sama ponakan-ponakannya, terus akhirnya bapaknya yang pulang dari sawah, akhirnya duel sama bapaknya sekalian," katanya.
Ketua RT setempat menyebut, saat kejadian, kondisi lingkungan tempat tinggal korban sepi, ketika itu warga sedang bertani di sawah.
Pasca kejadian, warga baru mengetahui pelaku telah menganiaya ibu kandungnya hingga meninggal dunia.
Korban ditemukan warga sudah tergeletak di ruang tamu tepat di depan pintu kamar korban.
"Diketahuinya sekitar pukul 10 WIB pagi tadi, dipukul pakai batu paving," tambahnya.
Sementara itu, Suratni menambahkan, sepengetahuan warga memang pelaku mengalami depresi atau sakit kejiwaan sejak lama.
Bahkan, sebelum kejadian yang menewaskan ibunya, pelaku disebut pernah melakukan tindakan kekerasan serupa terhadap sang ibu.
Baca juga: Berawal dari Bercanda hingga Saling Ejek, Pria Sampang Pukul Tetangga Pakai Cobek
Namun, terkait apakah pelaku pernah mendapatkan penanganan atau pengobatan atas kondisi kejiwaannya, Suratni mengaku tidak mengetahui secara pasti.
"Sudah lama. Dulu pernah, berapa bulan gitu ya, ibunya pernah dipukuli dan diseret-seret," sambungnya.
Pasca melakukan penganiayaan hingga merenggut nyawa ibu kandungnya sendiri, pelaku kemudian diamankan oleh warga.
Kejadian itu oleh warga selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Kanor.
Pelaku kemudian diserahkan kepada polisi untuk diamankan.
Kasus dugaan penganiayaan berujung kematian ini, selanjutnya ditangani oleh Satreskrim Polres Bojonegoro.
Tim Inafis yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban dibantu oleh tim kesehatan Puskesmas Kanor.
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Cipto Dwi Leksana, mengatakan, ada dua orang yang menjadi korban dalam peristiwa ini.
Satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara lainnya mengalami luka-luka dan tengah dirawat di rumah sakit.
"Ada dua orang yang menjadi korban yang berstatus keluarga dekat, satu dinyatakan meninggal dunia (ibu) dan satu orang lainnya luka-luka (ayah)," ungkap Cipto, usai olah TKP di lokasi.
Cipto menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih melakukan dalaman terkait kasus ini.
Sementara itu, disinggung terkait kondisi kejiwaan pelaku, ia menyebutkan hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku.
"Pelaku sudah kami amankan, dan saat ini masih kami dalami terkait kasus ini," pungkasnya.