PLN Anambas dan Warga Air Bini Sisir Pohon Rawan Ganggu Jaringan Listrik
Dewi Haryati August 26, 2026 10:42 PM

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - PLN Anambas bersama warga Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, melakukan penyisiran terhadap sejumlah titik yang dinilai rawan mengganggu jaringan listrik, Rabu (26/8/2026).

Penyisiran dilakukan dengan menyusuri jalur jaringan listrik yang berada di sekitar permukiman dan perkebunan warga. 

Petugas bersama warga mengecek kondisi lingkungan yang berpotensi menyebabkan gangguan pada aliran listrik.

Sejumlah titik yang menjadi perhatian mayoritas berada di sekitar pepohonan yang tumbuh tinggi dan mendekati jaringan listrik. 

Dahan dan ranting pohon terlihat menjulang ke arah kabel, sehingga berpotensi menyentuh jaringan ketika tertiup angin atau saat terjadi hujan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pepohonan yang terlalu dekat dengan jaringan dapat mengganggu penyaluran listrik. 

Terlebih, beberapa pohon berada di area kebun milik warga yang lokasinya berdekatan dengan jalur jaringan PLN.

Kepala Desa Air Bini, Landa, mengatakan penyisiran tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap upaya PLN menjaga sistem kelistrikan agar tetap berjalan optimal.

Menurutnya, warga akan membantu memberikan akses kepada petugas untuk melakukan penanganan terhadap pohon-pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik.

"Tadi kita melihat ada beberapa titik yang memang harus dilakukan penebangan atau pemangkasan pohon. Nanti pihak desa akan berkoordinasi dengan pemilik kebun agar pohon-pohon tersebut bisa dirapikan," kata Landa.

Ia memastikan warga tidak keberatan apabila pohon yang berada di sekitar jaringan listrik harus dipangkas. 

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah gangguan sekaligus menjaga pasokan listrik bagi masyarakat.

"Warga pasti mengizinkan kalau pohonnya dirapikan atau dipangkas. Yang jelas demi kebaikan bersama, supaya jaringan listrik tidak terganggu dan masyarakat juga bisa mendapatkan aliran listrik dengan lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Manager PLN Anambas, Fachri, mengatakan hasil penyisiran akan menjadi bahan bagi petugas untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon yang berada terlalu dekat dengan jaringan listrik.

Petugas nantinya akan menindaklanjuti titik-titik yang telah ditemukan.

Pemangkasan dilakukan dengan memperhatikan kondisi jaringan serta keamanan petugas dan masyarakat di sekitar lokasi.

Fachri menjelaskan, sistem jaringan listrik PLN memiliki sistem proteksi yang cukup sensitif.

Ketika terdapat objek yang menyentuh atau mengganggu jaringan, sistem tersebut dapat bekerja secara otomatis dan menyebabkan aliran listrik padam sebagai bentuk pengamanan.

"Sistem jaringan kita ini memiliki sistem proteksi yang sensitif. Kalau ada objek yang menyentuh kabel, sistem bisa langsung bekerja dan menyebabkan listrik padam. Itu bagian dari sistem pengamanan agar gangguan tidak menjadi lebih besar," kata Fachri.

Menurut Fachri, gangguan pada jaringan tidak hanya berpotensi disebabkan oleh pohon maupun ranting. 

Hewan liar yang berada di sekitar jaringan, termasuk kelelawar, juga dapat menjadi salah satu pemicu gangguan ketika bersentuhan dengan jaringan listrik.

"Jadi bukan hanya pohon, tetapi hewan liar seperti kelelawar juga kerap ada di sekitar jaringan. Kalau sampai menyentuh jaringan, proteksi bisa bekerja dan listrik menjadi padam," ujarnya.

Fachri mengapresiasi dukungan masyarakat Desa Air Bini yang ikut membantu PLN mengidentifikasi titik-titik rawan.

Ia menilai keterlibatan warga penting karena masyarakat berada paling dekat dengan kondisi lingkungan di sekitar jaringan listrik.

"Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang mau bersama-sama melakukan penyisiran. Ini menjadi dukungan yang sangat baik untuk perbaikan dan menjaga sistem jaringan kita," katanya.

Sebelumnya, warga Desa Air Bini melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PLN Anambas pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. 

Ratusan warga datang untuk menyampaikan protes terkait kondisi kelistrikan yang terjadi di wilayah mereka.

Massa mempersoalkan pemadaman listrik yang dinilai terlalu sering dan merugikan masyarakat.

Warga meminta PLN menerapkan pola pemadaman secara adil agar beban pemadaman tidak dirasakan secara berlebihan oleh wilayah tertentu.

Keluhan warga semakin memuncak setelah wilayah Desa Air Bini dan sekitarnya disebut mengalami pemadaman hingga lima kali dalam sehari pada Selasa (25/8/2026).

Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama pada malam hari.

Warga juga membandingkan kondisi tersebut dengan wilayah lain yang dinilai tidak mengalami pemadaman dengan frekuensi sebanyak yang mereka rasakan. 

Dalam aksi tersebut, warga meminta PLN segera mencari solusi terhadap persoalan kelistrikan di Pulau Siantan agar pemadaman tidak terus berulang. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.