TRIBUNNEWS.COM - Kehamilan membuat banyak perempuan perlu lebih cermat dalam memilih produk perawatan kulit atau skincare.
Perubahan hormon selama kehamilan dapat memicu berbagai masalah kulit, seperti jerawat, kulit kusam, hiperpigmentasi, hingga melasma.
Di sisi lain, tidak semua kandungan skincare yang biasa digunakan sebelum hamil dapat tetap digunakan selama kehamilan.
Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui bahan aktif apa saja yang sebaiknya dihindari dan kandungan mana yang masih dapat digunakan.
Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arieffah Sp.KK, terdapat sejumlah kandungan skincare yang sebaiknya tidak digunakan oleh ibu hamil, di antaranya retinol, asam retinoat atau retinoic acid, dan hidrokuinon.
Sementara itu, arbutin juga disarankan untuk dihindari.
Banyaknya bahan aktif dalam produk skincare, ibu hamil perlu memperhatikan komposisi produk sebelum menggunakannya, terutama jika skincare tersebut ditujukan untuk mengatasi jerawat, flek, atau tanda-tanda penuaan.
Meski demikian, bukan berarti ibu hamil tidak dapat melakukan perawatan kulit. Ada sejumlah bahan aktif yang masih dapat digunakan selama kehamilan.
Dr. Arieffah menjelaskan bahwa azelaic acid, niacinamide atau vitamin B3, vitamin E, vitamin C, serta kelompok hydroxy acid dapat menjadi pilihan.
Untuk masalah jerawat, beberapa antibiotik oles seperti klindamisin dan eritromisin juga dapat digunakan.
Lantas, apa saja kandungan skincare yang sebaiknya dihindari dan bahan aktif yang dapat menjadi pilihan selama kehamilan?
Baca juga: Tak Hanya Fragrance, ParagonCorp Eksplorasi Potensi Baru Nilam Aceh untuk Inovasi Skincare
Menurut dr. Arieffah Sp.KK, terdapat beberapa kandungan skincare yang sebaiknya dihindari selama kehamilan.
"Kalau yang enggak boleh digunakan itu contohnya retinol itu enggak boleh digunakan. Asam retinoat atau retinoic acid itu juga enggak boleh digunakan. Terus hidroquinon itu enggak boleh digunakan. Arbutin dihindari. Jadi sebetulnya banyak benzoide," kata dokter Arieffah dalam siniar BEAUTY HEALTH di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah Rabu (26/8/2026).
Retinol merupakan salah satu kandungan skincare yang sebaiknya tidak digunakan oleh ibu hamil.
Bahan ini termasuk kelompok retinoid yang banyak ditemukan dalam produk perawatan kulit untuk membantu mengatasi tanda-tanda penuaan dan berbagai masalah kulit.
Karena itu, ibu hamil sebaiknya memeriksa komposisi produk, terutama produk anti-aging, untuk memastikan tidak terdapat retinol di dalamnya.
Selain retinol, asam retinoat atau retinoic acid juga termasuk kandungan yang disebut dr. Arieffah sebaiknya tidak digunakan oleh ibu hamil.
Bahan ini masih berkaitan dengan kelompok retinoid dan dapat ditemukan pada sejumlah produk perawatan kulit tertentu.
Ibu hamil sebaiknya menghindari penggunaan produk dengan kandungan ini dan berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki kebutuhan khusus dalam perawatan kulit.
Hidrokuinon juga termasuk bahan yang sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan.
Kandungan ini dikenal luas dalam produk perawatan kulit untuk membantu mengatasi masalah hiperpigmentasi atau perubahan warna kulit.
Ibu hamil yang mengalami flek atau melasma sebaiknya tidak sembarangan menggunakan produk pencerah kulit.
Pilihan bahan aktif yang lebih sesuai selama kehamilan dapat dikonsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.
Arbutin juga disebut sebagai salah satu kandungan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.
Bahan ini banyak digunakan dalam produk skincare yang ditujukan untuk membantu mencerahkan kulit.
Karena terdapat alternatif bahan aktif lain yang dapat digunakan selama kehamilan, ibu hamil sebaiknya tidak memilih produk pencerah secara sembarangan.
Meskipun beberapa bahan aktif perlu dihindari, ibu hamil tetap memiliki sejumlah pilihan untuk merawat kulit. Dr. Arieffah menjelaskan beberapa kandungan yang dapat digunakan pada kondisi tertentu selama kehamilan.
"Azilic acid itu bisa digunakan pada ibu hamil. Lalu niacinamite atau vitamin B3 yang berfungsi sebagai whitening itu boleh digunakan pada ibu hamil," papar dokter Arieffah.
Azelaic acid atau asam azelat merupakan salah satu bahan aktif yang disebut dapat digunakan oleh ibu hamil.
Kandungan ini dapat menjadi pilihan dalam perawatan kulit, termasuk untuk membantu menangani masalah jerawat dan perubahan warna kulit.
Namun, pemilihan produk dan konsentrasi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Niacinamide atau vitamin B3 juga termasuk kandungan yang dapat digunakan oleh ibu hamil.
Menurut dr. Arieffah, bahan ini memiliki manfaat dalam membantu mencerahkan kulit.
Niacinamide cukup banyak ditemukan dalam produk skincare sehari-hari sehingga dapat menjadi salah satu pilihan bagi ibu hamil yang ingin tetap melakukan perawatan kulit selama kehamilan.
Vitamin E juga disebut sebagai salah satu kandungan yang aman digunakan ibu hamil.
Vitamin E memiliki efek antioksidan dan dapat menjadi bagian dari perawatan kulit.
Kandungan ini dapat ditemukan dalam berbagai produk skincare, termasuk produk yang ditujukan untuk membantu menjaga kondisi kulit.
Selain vitamin E, vitamin C juga dapat digunakan oleh ibu hamil.
Kandungan ini memiliki efek antioksidan dan dapat membantu mencerahkan kulit.
Vitamin C dapat menjadi salah satu alternatif bagi ibu hamil yang ingin menjaga kulit tetap cerah tanpa menggunakan bahan aktif yang sebaiknya dihindari selama kehamilan.
Untuk masalah aging atau penuaan kulit dan melasma, dr. Arieffah menyebutkan bahwa kelompok hydroxy acid dapat digunakan selama kehamilan.
"Lalu untuk aging itu kita punya hidroksi acid itu juga aman digunakan pada kasus aging, kasus melasma. Itu bagus," tandasnya.
Bahan ini dapat menjadi salah satu pilihan dalam perawatan kulit untuk membantu menangani masalah tertentu.
Namun, karena kelompok hydroxy acid memiliki berbagai jenis dan formulasi, penggunaannya tetap sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit dan anjuran dokter.
Bagi ibu hamil yang mengalami jerawat, terdapat pilihan antibiotik oles atau topikal. Salah satunya adalah klindamisin.
Menurut dr. Arieffah, klindamisin topikal dapat digunakan pada ibu hamil untuk membantu menangani masalah jerawat.
Penggunaannya tetap perlu memperhatikan jenis produk dan kondisi kulit.
Selain klindamisin, eritromisin juga disebut sebagai salah satu antibiotik oles yang masih dapat digunakan pada ibu hamil.
Kandungan tersebut dapat menjadi pilihan dalam penanganan jerawat selama kehamilan.
Namun, penggunaan antibiotik untuk kulit sebaiknya dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter agar pemilihan obat dan penggunaannya sesuai dengan kondisi pasien.
Kehamilan bukan berarti membuat ibu harus berhenti merawat kulit. Menurut dr. Arieffah Sp.KK, berbagai masalah kulit yang umum terjadi selama kehamilan, mulai dari jerawat, melasma, hingga tanda-tanda penuaan, tetap memiliki pilihan bahan aktif yang dapat digunakan.
Untuk jerawat, misalnya, terdapat pilihan seperti azelaic acid maupun antibiotik topikal tertentu.
Sementara untuk membantu mencerahkan kulit, ibu hamil dapat mempertimbangkan niacinamide, vitamin C, atau vitamin E.
Pada kondisi aging dan melasma, kelompok hydroxy acid juga dapat menjadi pilihan.
Sebaliknya, kandungan seperti retinol, retinoic acid, hidrokuinon, dan arbutin sebaiknya dihindari selama kehamilan berdasarkan penjelasan dokter dalam wawancara tersebut.
Memeriksa label dan komposisi produk menjadi langkah penting sebelum ibu hamil menggunakan skincare.
Nama bahan aktif pada produk dapat berbeda-beda sehingga membaca daftar kandungan dapat membantu menghindari bahan yang tidak dianjurkan selama kehamilan.
Jika ibu hamil sedang menggunakan produk dengan kandungan retinoid, hidrokuinon, atau bahan lain yang diragukan keamanannya, sebaiknya jangan mengambil keputusan sendiri.
Konsultasikan produk tersebut kepada dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter yang menangani kehamilan.
Pemilihan bahan yang tepat, ibu hamil tetap dapat merawat kulit sekaligus menyesuaikan perawatan dengan kondisi kehamilan.
Dr. Arieffah Sp.KK menegaskan bahwa untuk berbagai masalah kulit, baik jerawat, melasma maupun aging, tetap tersedia pilihan perawatan yang dapat digunakan oleh ibu hamil.
"Jadi pada semua kasus baik acne, baik melasma, baik aging semuanya punya opsi-opsi yang bisa digunakan pada ibu hamil," pungkasnya.
(Tribunnews.com/M Alvian Fakka)